- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir barat Pulau Sumatera, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi pada 2026.Peringatan ini disampaikan meskipun secara umum kondisi curah hujan nasional diprakirakan berada dalam kategori normal.Deputi Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa prakiraan iklim 2026 menunjukkan tidak adanya anomali ekstrem secara nasional.Namun, karakteristik geografis dan dinamika atmosfer di beberapa wilayah tetap membuka peluang terjadinya hujan lebat secara lokal.Baca juga: Meski Iklim 2026 Stabil, BMKG Ingatkan Potensi Suhu Tinggi di Beberapa Daerah IniDalam konferensi pers bertajuk Climate Outlook 2026 di Jakarta, Selasa, Ardhasena menyampaikan bahwa curah hujan tahunan di Indonesia pada 2026 diperkirakan berada pada kisaran 1.500 hingga 4.000 milimeter per tahun.Rentang tersebut masih sesuai dengan pola klimatologi yang lazim terjadi di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir.“Kondisi ini masih tergolong normal dan tidak menunjukkan adanya anomali ekstrem secara nasional,” kata Ardhasena dikutip dari Antara.BMKG menilai stabilnya curah hujan nasional ini berkaitan dengan kondisi iklim global yang relatif netral, tanpa dominasi kuat fenomena pemicu cuaca ekstrem seperti El Nino maupun La Nina.Baca juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Angin Kencang di Jawa Barat 22–28 Desember 2025Meski gambaran nasional relatif stabil, BMKG menegaskan bahwa wilayah pesisir barat Pulau Sumatera memiliki potensi hujan dengan intensitas tinggi.Ardhasena menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh suhu permukaan laut Samudra Hindia yang relatif hangat serta faktor orografis Pegunungan Bukit Barisan.Interaksi antara aliran udara lembap dari laut dan topografi pegunungan memicu pembentukan awan hujan yang lebih intens.Baca juga: BMKG: Siklon Tropis Grant Picu Gelombang Tinggi, Ini Daftar Wilayah TerdampakWilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Aceh, Sumatera Barat, hingga Bengkulu.BMKG memaparkan hujan dengan intensitas tinggi berpeluang terjadi pada dua periode utama, yakni Januari–Februari dan November–Desember 2026. Periode tersebut bertepatan dengan puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.Selain pesisir barat Sumatera, BMKG juga memprakirakan potensi hujan tinggi dapat terjadi di beberapa wilayah lain, antara lain:Baca juga: BMKG Peringatkan Banjir Rob Pantura Semarang-Demak Selasa Malam Ini, Catat WaktunyaSementara itu, pada periode Mei hingga September 2026, Indonesia diperkirakan memasuki fase kemarau basah.Pada fase ini, curah hujan memang menurun dibandingkan puncak musim hujan, namun hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.Ardhasena menegaskan bahwa informasi kalender iklim 2026 perlu dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah.Menurutnya, data prakiraan iklim jangka menengah dan panjang sangat penting untuk perencanaan sektor strategis.“Rekomendasi kami pemerintah daerah memperkuat langkah mitigasi bencana dengan memanfaatkan prakiraan iklim jangka menengah sebagai dasar perencanaan pembangunan dan pengurangan risiko bencana,” ucapnya.Baca juga: Hujan Lebat Diprediksi Terjadi hingga 29 Desember 2025, Ini Penjelasan BMKG
(prf/ega)
Hujan Lebat Masih Mengintai, BMKG Minta Daerah Pesisir Barat Sumatera Siaga pada 2026
2026-01-12 06:57:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:55
| 2026-01-12 06:54
| 2026-01-12 06:30
| 2026-01-12 05:55
| 2026-01-12 05:26










































