Ada Beasiswa NJIS, Sekolah Internasional Jakarta yang Adaptif di Era AI

2026-01-12 05:17:19
Ada Beasiswa NJIS, Sekolah Internasional Jakarta yang Adaptif di Era AI
- Data World Economic Forum (WEF), perubahan cepat dalam teknologi dan otomatisasi akan merombak pasar kerja global secara signifikan.Sekitar 39 persen keterampilan saat ini diprediksi akan usang menjelang 2030. Sementara beberapa pekerjaan administratif dan rutin mungkin digantikan oleh mesin.Saat ini saja dibutuhkan banyak pekerjaan yang menuntut kreativitas, kemampuan berpikir kritis, empati, dan keterampilan manusiawi. Untuk itu, anak-anak perlu mendapatkan skill dan pembelajaran yang adaptif di era sekarang ini.Saat ini gelombang adopsi akal imitasi atau populer disebut artificial technology (AI) dan disrupsi digital yang mengubah cara masyarakat bekerja.Dalam konteks tersebut, pendidikan yang hanya menekankan aspek akademik saja tampak tak lagi memadai.Anak-anak perlu dibekali dengan karakter, ketangguhan, kecerdasan emosional, serta kemampuan berpikir dan beradaptasi, hal-hal yang tidak mudah digantikan oleh AI.Baca juga: Unair Buka Beasiswa Full buat Guru SD-SMA 2026, Bebas UKT dan WisudaSehingga dunia pendidikan menghadapi pertanyaan penting, bagaimana menyiapkan anak-anak untuk masa depan yang tidak hanya penuh ketidakpastian, tetapi juga peluang besar?Pandangannya ini mewakili pengalaman Warren Wessels, Koordinator IB Diploma Programme di North Jakarta Intercultural School (NJIS).Dengan pengalaman lebih dari enam belas tahun, Warren menegaskan tujuan pendidikan seharusnya bukan sekadar mengejar nilai bagus.Tetapi lebih luas daripada itu, yakni membentuk identitas, kepercayaan diri, ketahanan mental, serta kecerdasan sosial-emosional dari para siswa.“Pencapaian akademik itu penting, tetapi perkembangan identitas, kepercayaan diri, ketahanan, dan kecerdasan sosial-emosional juga sama pentingnya. Pendidikan adalah perjalanan untuk menjadi pribadi yang utuh,” kata Warren, dilansir dari rilis resmi pada Kamis .Menurutnya, siswa belajar paling banyak dari apa yang mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari. Jika guru ingin menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian bertanya, berpikir kritis dan empati, maka guru sendiri harus konsisten mempraktikkan nilai-nilai itu.Warren menjelaskan International Baccalaureate Continuum yang mana telah diterapkan di NJIS, merupakan kerangka kuat untuk membentuk pemikir mandiri.Theory of Knowledge (TOK) dan Extended Essay dapat menjadi dua pilar penting. TOK mengajak siswa mempertanyakan hal-hal yang selama ini mereka anggap benar, serta memahami bagaimana budaya, bahasa, dan emosi memengaruhi cara mereka melihat dunia.Baca juga: Unpad Akan Beri Beasiswa ke Mahasiswa Terdampak Banjir SumateraSementara itu, Extended Essay adalah esai akademik sepanjang empat ribu kata dengan topik pilihan siswa, menyerupai pengalaman penelitian di tingkat universitas.


(prf/ega)