Biaya Renovasi Rumah 3x4 Meter yang Dihuni 11 Orang di Menteng Capai Rp 100 Juta

2026-01-12 11:02:09
Biaya Renovasi Rumah 3x4 Meter yang Dihuni 11 Orang di Menteng Capai Rp 100 Juta
JAKARTA, - Ketua RT 15 RW 01, Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Sugandi, mengatakan, biaya renovasi rumah 3 x 4 meter milik pasangan suami istri Tatang (71) dan Sumiati (68) mencapai ratusan juta rupiah."Kurang lebih Rp 100 juta lebih," ungkap Sugandi saat ditemui Kompas.com, Senin .Ia menjelaskan, dana tersebut digunakan untuk membangun rumah dua lantai yang dilengkapi tiga kamar tidur dan satu kamar mandi.Baca juga: Menengok Rumah 3x4 Meter di Menteng: Dihuni 11 Orang, Atap Bocor, dan Tikus BerkeliaranBiaya renovasi berasal dari iuran gotong royong berbagai pihak. Sugandi menyebutkan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait beserta jajarannya turut memberikan sumbangan dana perbaikan.Selain itu, pihak kecamatan dan kelurahan juga ikut berpartisipasi melalui iuran."Karena ini Pak Menteri langsung yang menginisiasi, namanya Renovasi Rumah Gotong Royong," kata Sugandi.Selain rumah Tatang dan Sumiati, program renovasi rumah tidak layak huni di lingkungan RT 15 Menteng juga menyasar rumah milik keluarga Sobri.Anggaran renovasi rumah Sobri juga berasal dari gotong royong. Namun, karena luas bangunannya lebih besar, biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 130 juta.Sugandi menargetkan renovasi kedua rumah tersebut rampung pada Januari 2026. Selama proses renovasi berlangsung, seluruh penghuni sementara tinggal di rumah kos.Setelah pembangunan selesai sepenuhnya, Menteri PKP Maruarar Sirait direncanakan akan menyerahkan kunci rumah secara langsung kepada masing-masing pemilik.Sebelumnya, rumah milik suami istri Tatang dan Sumiyati menjadi sorotan usai dikunjungi Menteri Maruarar Sirait pada Jumat .Baca juga: Rumah 3x4 Meter yang Dihuni 11 Orang di Menteng Direnovasi, Target Rampung Januari 2026Di rumah itu, Tatang dan Rusmiati tinggal bersama sembilan orang lainnya, yakni dua anaknya, dua anak menantu, dan cucu-cucu mereka.Total ada 11 orang yang tinggal di rumah tersebut sehingga mereka harus berhimpitan saat beraktivitas pada siang maupun malam hari."Jadi yang tinggal di sini 11 orang. Saya, istri saya, anak saya yang pertama dan suaminya beserta dua anaknya, lalu anak saya yang terakhir beserta suaminya dan tiga anaknya," ujar Tatang saat dijumpai Kompas.com di rumahnya pada Senin lalu."Kalau malam, kami tidurnya berimpitan juga. Di lantai satu ada anak saya dan suaminya serta tiga anaknya yang tidur bersama. Lalu di lantai dua ada saya, istri saya, anak saya dan suaminya serta dua anaknya," sambungnya.


(prf/ega)