Tarik Ulur Akuisisi Warner Bros, Ancaman PHK “Hantui” Industri Film Hollywood

2026-01-12 02:27:58
Tarik Ulur Akuisisi Warner Bros, Ancaman PHK “Hantui” Industri Film Hollywood
JAKARTA, - “Bencana”, “malapetaka”, hingga “mimpi buruk”. Itulah kata-kata yang digunakan para pekerja kreatif Hollywood untuk menggambarkan kejatuhan Warner Bros Discovery (WBD), studio raksasa yang dahulu begitu berkuasa.Kini, Netflix dan Paramount Skydance saling berebut untuk mengakuisisi studio bersejarah tersebut. Di saat yang sama, Hollywood bersiap menghadapi gelombang gejolak baru, termasuk potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar.Mengutip BBC, Minggu , kemunduran Warner Bros serta rencana penjualannya—baik secara utuh kepada Paramount maupun melalui skema pemecahan aset oleh Netflix—menjadi duka tersendiri bagi industri hiburan. Situasi ini terjadi di tengah lesunya produksi film dan televisi yang lebih dulu menghantam Hollywood.Baca juga: Berebut Warner Bros Discovery, Paramount Tantang NetflixHilangnya Warner Bros, studio yang melahirkan film-film ikonik mulai dari Casablanca dan Goodfellas hingga Batman dan Harry Potter, hampir pasti akan berujung pada gelombang PHK.BBC melaporkan, hasil wawancara dengan puluhan aktor, produser, hingga kru kamera menunjukkan industri yang kini terpaksa memilih apa yang mereka sebut sebagai “kejahatan yang lebih kecil”: berada di bawah kendali raksasa teknologi yang dituding telah mematikan bioskop, yakni Netflix, atau dikuasai para miliarder yang dinilai terlalu dekat dengan Presiden AS Donald Trump, yaitu Paramount.“David Ellison adalah miliarder sayap kanan pendukung Trump,” kata seorang asisten kamera tentang CEO Paramount Skydance, putra pendiri Oracle sekaligus sekutu dekat Trump, Larry Ellison.“Netflix secara historis jauh lebih cenderung tidak ikut campur terlalu dalam dalam proses produksi,” tambahnya.Jika Netflix memenangi kesepakatan tersebut, perusahaan itu disebut akan membeli “mahkota permata” Warner Bros: studio berusia 102 tahun itu, HBO, serta arsip film dan serial televisi yang sangat besar.Sementara jaringan televisi legasi Warner, seperti CNN, TNT Sports, dan Discovery, diperkirakan akan dilepas ke pembeli lain.Di sisi lain, Paramount Skydance melayangkan tawaran pengambilalihan senilai 108,4 miliar dollar AS terhadap Warner Bros. Tawaran ini didukung pendanaan dari Arab Saudi, Abu Dhabi, Qatar, serta sebuah dana yang didirikan Jared Kushner, menantu Presiden Trump.Langkah tersebut memicu kekhawatiran akan potensi sensor dan campur tangan pemerintah. Presiden Trump sendiri turut memanaskan situasi dengan pernyataannya bahwa “sangat penting CNN dijual”.Kasus Warner Bros menjadi bagian dari rangkaian guncangan besar di Hollywood sejak pandemi. Pada 2023, produksi film dan televisi sempat berhenti total akibat mogok kerja serentak aktor dan penulis.  Padahal setahun sebelumnya, hampir seluruh pekerja Hollywood bekerja penuh ketika studio dan layanan streaming memacu produksi pascapenutupan akibat Covid-19.Setelah mogok kerja berakhir, ledakan produksi tersebut tak pernah kembali. Akibatnya, banyak perusahaan media terpaksa menutup usaha atau melakukan merger. Skydance Media milik David Ellison sebelumnya telah mengakuisisi Paramount pada musim panas lalu, yang berujung pada ribuan PHK.Ketika Warner Bros memasang tanda “dijual”, Paramount langsung melancarkan kampanye agresif untuk membelinya. Namun, Warner Bros Discovery justru mengumumkan kesepakatan awal dengan Netflix.


(prf/ega)