Pahlawan Bondi Beach Berisiko Kehilangan Lengan Kirinya, tapi Mengaku Tak Menyesal

2026-01-11 10:17:57
Pahlawan Bondi Beach Berisiko Kehilangan Lengan Kirinya, tapi Mengaku Tak Menyesal
SYDNEY, – Ahmed El Ahmed, warga sipil yang dengan berani menerjang dan melucuti senjata salah satu pelaku penembakan dalam perayaan Hanukkah di Bondi Beach, Australia, pada Minggu , mengatakan, ia tidak menyesali tindakannya meski kini harus menanggung luka tembak serius.Bahkan, Ahmed menegaskan ia akan melakukan hal yang sama jika situasi itu terulang.“Dia tidak menyesali apa yang dia lakukan. Dia mengatakan akan melakukannya lagi. Namun rasa sakit mulai benar-benar menggerogotinya,” kata Sam Issa, pengacara migrasi Ahmed, pada Senin malam.Baca juga: Netanyahu Salahkan Penembakan Bondi Beach, Sebut gegara Australia Akui Negara Palestina“Kondisinya belum pulih. Tubuhnya dipenuhi peluru. Pahlawan kita sedang berjuang saat ini,” imbuhnya.Saat ini, Ahmed masih menjalani pemulihan panjang usai operasi pertamanya di Rumah Sakit St George, Kogarah. Issa mengungkapkan kekhawatiran bahwa Ahmed berpotensi kehilangan lengan kirinya.Menurut Issa, Ahmed mengalami sekitar lima luka tembak di lengan kiri, serta satu peluru yang menembus bagian belakang tulang belikat kiri dan hingga kini belum dapat dikeluarkan.“Kondisinya jauh lebih parah dari yang diperkirakan. Ketika mendengar peluru mengenai lengan, orang tidak membayangkan cedera serius, tetapi dia kehilangan banyak darah,” ujarnya.Sementara itu, Direktur media Australians for Syria Association, Lubaba Alhmidi Alkahil, yang mengunjungi Ahmed dengan membawa bunga dan makanan, mengatakan, kondisi sang pahlawan masih memprihatinkan.“Saya pikir setidaknya dia membutuhkan enam bulan untuk pulih… lukanya rusak parah,” ujarnya kepada AAP.Lubaba menambahkan bahwa Ahmed memiliki dua anak perempuan yang masih kecil.“Ketika dia melompat ke arah orang jahat itu, yang ada di pikirannya hanya bagaimana menyelamatkan orang-orang ini,” katanya.AFP/SAEED KHAN Warga Australia menangis di lokasi peletakan bunga untuk mengenang para korban penembakan Bondi Beach, Sydney, Negara Bagian New South Wales, Senin . Insiden pada Minggu ini menewaskan 15 korban dan satu pelaku, serta melukai puluhan orang.Issa mengatakan, setelah memperoleh kewarganegaraan Australia pada 2022, Ahmed merasa memiliki “utang” kepada Australia.“Ahmed adalah pria yang rendah hati. Dia tidak tertarik pada sorotan media. Dia hanya melakukan apa yang dia rasa wajib dilakukan sebagai seorang manusia pada hari itu,” kata Issa.“Dia bersyukur karena tinggal di Australia dan telah diberikan kewarganegaraan. Ini adalah caranya menyampaikan rasa terima kasih itu. Dia sangat menghargai negara ini, dan sebagai bagian dari komunitas, dia merasa harus bertindak dan berkontribusi,” lanjutnya.


(prf/ega)