Sopir Bus Cahaya Trans yang Kecelakaan Maut di Tol Semarang Ternyata Pakai SIM Palsu

2026-01-12 05:32:09
Sopir Bus Cahaya Trans yang Kecelakaan Maut di Tol Semarang Ternyata Pakai SIM Palsu
SEMARANG, - Bus Cahaya Trans yang terlibat kecelakaan di Simpang Susun Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah, terungkap menggunakan Surat Izin Mengemudi (SIM) B I Umum palsu.Gilang (22), sopir bus tersebut, diketahui merupakan warga Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat.Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol M Pratama Adhyasastra, menyatakan bahwa hasil koordinasi dengan Ditlantas Polda Sumatera Barat mengonfirmasi instansinya tidak pernah menerbitkan SIM untuk Gilang."Hal itu diperkuat dari pengakuan yang bersangkutan," kata Pratama, Senin .KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol M. Pratama Adhyasastra saat ditemui di sekitar Terminal Terboyo Semarang. Di sisi lain, Polda Jawa Tengah masih mendalami temuan pemalsuan SIM tersebut.Tindak pidana pemalsuan SIM ini akan menjadi perkara terpisah di luar jeratan Pasal 310 ayat (6) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang kini menjerat Gilang sebagai tersangka."Kami akan dalami kelengkapan surat kendaraan, ramcek terakhir, dan menerapkan pasal lain," ujar Pratama.Berdasarkan penyelidikan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jawa Tengah bersama Korps Lalu Lintas Mabes Polri, bus tersebut melaju dengan kecepatan rata-rata 75 kilometer per jam saat melintas dari Tol Subang.Sopir sempat berhenti untuk buang air kecil di sepanjang Tol Batang."Jadi indikasinya sopir dalam kondisi sadar penuh atau tidak mengantuk," ungkap Pratama.Kecelakaan yang menyebabkan 16 penumpang meninggal dunia ini terjadi pada Senin . Saat melintasi ruas jalan yang menikung, pengemudi diduga kehilangan kendali, menyebabkan kendaraan oleng ke kanan dan menabrak pembatas jalan tol.Bus tersebut membawa penumpang dari Bogor menuju Yogyakarta.Kombes Pol M. Pratama Adhyasastra, Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, ditemui di sekitar Terminal Terboyo Semarang.


(prf/ega)