ROMA, – Koloseum dan Kapel Sistina selalu dipadati jutaan wisatawan setiap tahun. Namun, hanya sedikit orang yang pernah melangkah masuk ke Istana Colonna, salah satu situs paling eksklusif dan tertutup di pusat Kota Roma.Istana bergaya barok ini berfungsi sebagai museum dalam rumah pribadi dan tersebar di empat sayap bangunan yang menempati satu blok kota.Koleksi lukisan, patung, permadani, hingga Aula Besar sepanjang 76 meter disimpan rapi dan jauh dari jangkauan publik.Baca juga: Italia Terbangkan 14 Anak Palestina Ke Roma, Mayoritas Idap KankerAkses pengunjung dibatasi secara ketat. Pintu dibuka hanya pada Jumat dan Sabtu pagi untuk rombongan kecil berisi sepuluh orang, dipandu sejarawan seni selama beberapa jam.“Kita tidak bisa memiliki pariwisata massal. Itu bukan keinginan kita. Museum ini tidak dimaksudkan untuk dikomersialkan,” ujar Elisabetta Cecchini, pemugar istana.Ia menambahkan, alasan istana tetap menerima tamu adalah karena karya seni memerlukan apresiasi publik agar tetap hidup.Istana ini masih menjadi tempat tinggal pewaris keluarga, Pangeran Don Prospero Colonna. Izin penyelenggaraan acara di dalam kompleks pun sangat jarang diberikan.Beberapa pengecualian pernah terjadi, seperti peluncuran buku Paus Yohanes Paulus II pada 2005 serta pameran mode Katolik di Metropolitan Museum of Art pada 2018 yang dihadiri desainer Donatella Versace dan Pemimpin Redaksi Vogue Anna Wintour.Claudio Strinati, mantan kepala museum di Roma, menilai keterbatasan akses tersebut diperlukan. Ia menyebut Istana Colonna sebagai salah satu warisan seni terbesar umat manusia yang memang harus dilindungi keluarga.Baca juga: 3 WNA Pakistan Dideportasi Imigrasi Jambi akibat Langgar Izin Tinggal“Semua ini tidak dirancang sebagai objek wisata. Sebaliknya, istana ini dibuat untuk mereka yang memiliki pemahaman tertentu tentang sejarah,” ujarnya, dikutip dari AP News pada Minggu .Keluarga Colonna telah menghuni istana ini sejak abad ke-12. Mereka termasuk kelompok bangsawan “kulit hitam”, sebutan bagi keluarga Romawi yang menampilkan spanduk hitam sebagai bentuk duka dan menunjukkan kesetiaan kepada Paus ketika Italia menyerbu Roma pada 1870.Selama dua abad terakhir, keluarga ini menjaga kepercayaan bahwa seluruh karya seni di dalam istana harus tetap berada di tempat asalnya. Putri Isabella Colonna menjadi tokoh penting dalam upaya penyelamatan karya seni keluarga.“Ia melarikan diri dari Roma ketika Nazi menyerbu, tetapi sebelumnya ia memerintahkan semua karya seni dijejalkan ke dalam sayap bangunan yang pintu masuknya kemudian ditutup tembok,” kata Cecchini. Para prajurit gagal menemukannya.Interior istana menyimpan jejak kekuasaan keluarga Colonna selama ratusan tahun. Ruang Singgasana menampilkan potret Oddone Colonna, yang menjadi Paus Martin V pada 1417 dan menjadikan istana ini sebagai kediaman kepausan selama sepuluh tahun.Aula Utama memamerkan langit-langit fresco yang menggambarkan kisah Marcantonio Colonna, komandan angkatan laut abad ke-16 yang menang dalam pertempuran menentukan bagi masa depan Eropa.
(prf/ega)
Eksklusif di Roma, Inilah Istana Colonna yang Hampir Tak Terjangkau Wisatawan
2026-01-11 04:14:15
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:26
| 2026-01-11 03:00
| 2026-01-11 02:39
| 2026-01-11 02:08
| 2026-01-11 01:59










































