KULON PROGO, – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang melintasi rel kereta api dan jalan raya di Pedukuhan Jogoyudan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, resmi beroperasi.JPO yang dibangun dengan dana APBD ini diharapkan menjadi solusi keselamatan warga yang sebelumnya berisiko menyeberang rel secara langsung.Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jembatan, Wuriandreza Gigih Muktitama, mengatakan pembangunan JPO merupakan tindak lanjut aspirasi masyarakat, terutama terkait keselamatan anak-anak sekolah.“Pembangunan JPO ini bertujuan untuk menghilangkan risiko warga, terutama pelajar, yang sebelumnya harus melintasi rel kereta api secara langsung setelah perlintasan sebidang ditutup,” kata Wuriandreza usai peresmian, Senin .Baca juga: Warga Patungan Perbaiki Jalan Rusak, Pemkab Kulon Progo Sebut Wujud KepedulianUsulan pembangunan JPO dimulai sejak 2023, menyusul audiensi warga Jogoyudan pada 2021–2022 kepada pemerintah daerah.Warga sempat mengeluhkan gangguan aktivitas ekonomi akibat penutupan perlintasan sebidang di wilayah tersebut.Proses pembangunan diawali dengan penyusunan studi kelayakan, penentuan lokasi, dan pengurusan perizinan ke Direktorat Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.Persetujuan diperoleh sekitar April 2024, kemudian dilanjutkan dengan pengadaan tanah dan pembangunan fisik secara bertahap.Konstruksi dimulai pada 2024 dengan pembangunan pilar, tangga, dan persiapan lokasi. Pemasangan girder dan pekerjaan finishing dilakukan pada 2025 hingga rampung pada 10 Desember 2025.Secara teknis, JPO memiliki bentang girder sepanjang 45,8 meter dan total panjang sekitar 48 meter dari ujung ke ujung. Tingginya hampir 9 meter, menyesuaikan jarak bebas rel kereta api dan jalan raya.Total anggaran pembangunan mencapai lebih dari Rp 8 miliar, dibagi dua tahap: tahap pertama lebih dari Rp 2 miliar dan tahap kedua lebih dari Rp 6 miliar, seluruhnya bersumber dari APBD Kabupaten Kulon Progo.Baca juga: Menelusuri Kondisi Fasilitas Pejalan Kaki di Jakarta, Ada JPO Sempit dan Sulitkan PenggunaSelama masa pemeliharaan 360 hari, perawatan dan pengawasan menjadi tanggung jawab penyedia. Pemerintah daerah juga memasang sembilan titik CCTV dan rambu pembatas kapasitas maksimal 50 orang di jembatan.“Setelah masa pemeliharaan selesai (2026) dan dilakukan serah terima, baru akan kami usulkan anggaran operasional dan pemeliharaan melalui APBD,” tambah Wuriandreza.Dengan beroperasinya JPO, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berharap aktivitas masyarakat di sekitar perlintasan rel lebih aman, tertib, dan nyaman, sekaligus mengurangi potensi kecelakaan.Jembatan dengan dinding aluminium berwarna hijau padi ini dinamai Jembatan Orang Jogoyudan.Umardini, warga Jogoyudan sejak 2024, mengaku terbantu dengan adanya jembatan. Anak-anaknya bisa pergi dan pulang sekolah lebih dekat, cepat, dan aman. Jembatan juga memudahkan warga yang ingin ke alun-alun Wates."Kami cukup terbantu. Hanya saja, untuk orangtua lansia terlalu tinggi dan berat ketika naik," kata Umardini saat mencoba jembatan dekat rumahnya.
(prf/ega)
JPO Jogoyudan Kulon Progo Resmi Beroperasi, Warga Lebih Aman Menyeberang Rel
2026-01-12 02:06:15
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:55
| 2026-01-12 01:24
| 2026-01-12 01:10
| 2026-01-12 00:38










































