Orangtua Siswa SD yang Alami Mata Lebam di Palembang Resmi Lapor Polisi, Sebut Dipukul Guru Pakai Cincin

2026-01-12 06:20:52
Orangtua Siswa SD yang Alami Mata Lebam di Palembang Resmi Lapor Polisi, Sebut Dipukul Guru Pakai Cincin
PALEMBANG, - Polemik dugaan kekerasan yang menimpa FT (7), murid Sekolah Dasar (SD) Negeri 150 Palembang, Sumatera Selatan, kini telah resmi dilaporkan ke polisi.Laporan itu dibuat langsung oleh orangtua, Sukrisnawati alias Erna (40) didampingi suaminya, di Polrestabes Palembang.Erna mengaku bahwa FT dianiaya oleh salah satu oknum guru di SD Negeri 150 Palembang hingga mengalami luka lebam.Hal tersebut ia ketahui dari salah satu guru ketika mendapati anaknya sudah dalam kondisi mata lebam meskipun FT hingga kini enggan bercerita.Baca juga: Mata Bocah SD di Palembang Lebam Usai Pulang Sekolah, Disdik Turun Tangan"Saya tanya memang ke teman-temannya, mereka mengaku tidak ada yang memukul. Lalu, saya tanya kembali kepada salah satu guru, ternyata benar anak saya sudah dipukuli seorang guru perempuan yang menggunakan cincin," kata Erna kepada petugas saat membuat laporan, Senin .Menurut Erna, anak perempuannya itu mengalami luka lebam di kedua bola matanya.Dari pemeriksaan medis pun menyatakan bahwa terdapat dugaan terkena benda tumpul.Ia pun berharap kasus tersebut segera ditangani polisi agar terduga pelaku dapat bertanggung jawab.Baca juga: Muridnya Alami Mata Lebam, Kepsek di Palembang: Kami Pastikan Tak Ada Kekerasan"Akibat peristiwa ini juga anak saya mengalami trauma dan tidak mau sekolah lagi," ujarnya.Sementara itu, KA SPK Polrestabes Palembang, Ipda Erwinsyah, didampingi Pamapta Ipda Ammar, membenarkan adanya laporan tersebut dan akan melakukan tindak lanjut."Betul, laporannya sudah diterima, sekarang masih dalam tahap penyelidikan," katanya singkat.Terpisah, Kepala Sekolah (Kepsek) Negeri 150 Palembang, Eka Octa Nugraha, mengaku siap memberikan keterangan terkait kasus tersebut setelah dilaporkan ke polisi."Jika memang dilanjutkan ke proses hukum, kami kooperatif akan memberikan keterangan kepada polisi," ungkapnya.Namun, Eka membantah bahwa ada guru perempuan yang memakai cincin untuk menganiaya FT.Menurutnya, pada saat kejadian, Wali Kelas 1 izin keluar sehingga digantikan oleh guru lain."Guru yang mengajar di sini tidak ada yang memakai cincin. Wali kelasnya pada Senin kemarin itu memang izin dan diganti oleh guru pengganti, dan semuanya tidak ada yang memakai cincin. Semua guru di sini sangat perhatian terhadap muridnya," ujarnya.


(prf/ega)