KETAPANG, — Seekor bayi orangutan jantan diselamatkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat (Kalbar) bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).Orangutan yang kemudian dikenal dengan nama Randy itu tinggal di kawasan pertambangan ilegal. Sementara, induknya terindikasi terbunuh.Orangutan berusia sekitar dua tahun itu ditemukan dipelihara secara ilegal di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Sayan, Desa Riam Dadap, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, Kalbar.Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane, mengatakan bahwa bayi orangutan yang kemudian diberi nama Randy itu diketahui dipelihara seorang penambang bernama Hendro selama sekitar satu bulan.“Selama masa itu, Randy ditempatkan dalam kandang sempit berukuran 120 x 50 x 50 sentimeter dan hanya diberi pisang, umbut, roti, dan air putih,” kata Murlan dalam keterangan tertulis, Senin .Baca juga: Momen Haru, Orangutan Artemis dan Gieke Kembali ke Hutan Setelah RehabilitasiMurlan menerangkan bahwa Hendro menemukan Randy sendirian di hutan sekitar lokasi tambang.Ia sempat berniat menjualnya sebelum warga memberi tahu soal ancaman hukum atas pemeliharaan satwa dilindungi.“Hendro kemudian melapor ke BKSDA dan menyerahkannya,” ucap Murlan.Karena lokasi penemuan berada di kawasan PETI, wilayah yang kerap memicu konflik satwa akibat kerusakan habitat, tim BKSDA dan YIARI segera mengevakuasi Randy.Respons cepat diperlukan mengingat bayi orangutan sangat rentan terhadap stres, malanutrisi, dan penyakit akibat lingkungan yang tidak layak.Baca juga: Induk dan Anak Orangutan Sering Masuk Kebun Karet di Ketapang Kalbar DievakuasiBKSDA Kalbar menghargai laporan warga yang memungkinkan penyelamatan ini. “Habitat orangutan terfragmentasi oleh aktivitas manusia. Diperlukan kerja sama semua pihak untuk menjaga kelestariannya,” ucap Murlan.Dokter hewan YIARI, Ishma, yang melakukan pemeriksaan awal, menyatakan bahwa kondisi umum Randy stabil.Namun, ada temuan cedera lama, yakni bekas patah tulang di paha kiri yang sudah mulai menyatu."Kemungkinan cedera lebih dari empat minggu. Ini menunjukkan ia mengalami kejadian traumatis sebelum dipelihara,” kata Ishma.Sementara itu, terkait dengan suhu tubuh, detak jantung, dan pernapasan Randy berada dalam batas normal.Baca juga: Ditemukan Lemah dan Terluka, 1 Orangutan Tapanuli Dievakuasi BBKSDA
(prf/ega)
Cerita Bayi Orangutan Tinggal di Area Pertambangan Ilegal Kalbar, Induk Diduga Terbunuh
2026-01-11 23:05:03
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:14
| 2026-01-11 22:15
| 2026-01-11 22:05
| 2026-01-11 21:51
| 2026-01-11 21:35










































