Kalbe Farma (KLBF) Investasi Rp 200 Miliar untuk Bangun Produksi Radiostop-Radiofarmaka

2026-01-12 03:42:53
Kalbe Farma (KLBF) Investasi Rp 200 Miliar untuk Bangun Produksi Radiostop-Radiofarmaka
SURABAYA, - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melalui anak usahanya, yakni PT Global Onkolab Farma (GOF) mengucurkan investasi Rp 200 miliar untuk produksi alat pemeriksaan kanker radioisotop dan radiofarmaka.Radioisotop dan radiofarmaka, khususnya Fluorodeoxyglucose (FDG) diproduksi oleh GOF di Sidoarjo, Jawa Timur. Ini adalah fasilitas produksi kedua setelah Jakarta untuk produk tersebut.Produksi ini menjawab masalah kebutuhan alat pemeriksaan kanker di rumah sakit di Indonesia yang selama ini terbatas.Baca juga: Kalbe Pangkas Jarak Layanan Kanker ke Daerah lewat Produksi Radioisotop-Radiofarmaka di Sidoarjo/IZZATUN NAJIBAH Penyerahan izin BPOM untuk produk radioisotop dan radiofarmaka PT Global Onkolab Farma (GOF), Senin Pembuatan radioisotop dan radiofarmaka dapat dikerjakan dengan pengawasan yang ketat.“Jakarta kita sudah produksi dan supply, sudah banyak digunakan oleh rumah sakit untuk pasien,” kata Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Mulia Lie mengatakan, Senin .Dari 282 juta penduduk di Indonesia, terdapat 433.000 kasus baru kanker setiap tahun. Dari angka tersebut, lebih dari 60 persen penderita meninggal dunia sebelum lima tahun.Sementara itu, hanya ada tiga rumah sakit di Indonesia yang memiliki fasilitas pemeriksaan kanker memadai, yakni Rumah Sakit Kanker Dharmais, Rumah Sakit MRCC Siloam, dan Rumah Sakit Umum Gading Pluit.Baca juga: Dari Sidoarjo, Kalbe Perkuat Deteksi Dini Kanker Nasional“Itu mereka produksi isotop dan farmaka sendiri, di rumah sakit sendiri tidak boleh untuk tempat lain,” terangnya.Melalui terbosan ini, Lie berharap dapat memenuhi kebutuhan rumah sakit di Indonesia terutama bagian Timur seperti Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Kalimantan, dan sebagainya.“Tiap pagi jam 2 harus dibikin dan di jam itu sudah harus di-deliver, harus dikirim semua. PT-scan untuk mengetahui kanker sudah menyebar ke mana kadang kita mengandalkan tiga rumah sakit itu saat ini,” terangnya.


(prf/ega)