Mitigasi Banjir Semarang, BPBD Minta Pompa hingga Kucuran Dana BTT

2026-01-11 00:30:08
Mitigasi Banjir Semarang, BPBD Minta Pompa hingga Kucuran Dana BTT
SEMARANG, - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Jawa Tengah, melakukan langkah-langkah mitigasi guna mengurangi risiko bencana banjir di masa mendatang.Seperti diketahui, banjir yang terjadi di akhir Oktober hingga awal November 2025 lalu berdampak cukup luas, dengan 63.400 jiwa atau 21.125 kepala keluarga terdampak di 20 kelurahan.Beberapa wilayah yang terdampak antara lain Genuksari, Gebanganom, Kaligawe, dan Trimulyo, serta menyebabkan empat korban jiwa meninggal dunia.Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono, mengatakan bahwa pihaknya memerlukan dukungan dari pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan dan penguatan infrastruktur pengendalian banjir.Baca juga: Jelang Nataru 2026, Bandara Ahmad Yani Semarang Akan Buka Rute Semarang-Singapore 4 Kali Seminggu"Kami berharap kejadian banjir serupa bisa diminimalisir melalui sinergi semua pihak mulai dari pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat," kata Endro, Kamis .Dukungan tersebut antara lain berupa penambahan pompa besar dan genset, lanjutan program Operation and Maintenance Contract (OMC), serta percepatan pembangunan sistem pengendali banjir pesisir atau tanggul laut.Selain itu juga laokasi dana belanja tak terduga (BTT)"Serta alokasi dana tak terduga (BTT) dan dana rehabilitasi-rekonstruksi pasca bencana," lanjutnya.Baca juga: Daop 4 Semarang Petakan 20 Titik Rawan Bencana Jelang Nataru 2026, Jumlah Petugas DitambahBPBD Kota Semarang juga telah melakukan perencanaan jangka pendek dan menengah untuk mengatasi banjir, terutama di wilayah Kaligawe yang menjadi salah satu titik rawan genangan.“Beberapa hari ke depan kami fokus memperkuat sodetan Unissula untuk memperlancar aliran air dan menanggulangi banjir di kawasan Kaligawe,” ujar Endro.Menurutnya, strategi mitigasi jangka pendek yang dijalankan dalam kurun 1 hingga 3 bulan ke depan mencakup lima fokus utama."Mulai percepatan dan penguatan sodetan Unissula Kaligawe, optimalisasi drainase dan pompa melalui normalisasi harian, penambahan pompa besar, serta penyediaan pompa cadangan," lanjutnya.Selain itu, pihaknya juga melakukan penguatan sistem peringatan dini dengan memaksimalkan informasi cuaca dari BMKG melalui sirene, SMS blast, dan kanal resmi Pemerintah Kota Semarang."Termasuk penguatan logistik tanggap darurat, seperti stok sembako, air bersih, obat-obatan, dan selimut. Penataan cepat wilayah rawan, dengan menertibkan galian liar dan bangunan di bantaran sungai yang menghambat aliran air," ungkapnya.Baca juga: Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam RetensiSedangkan untuk 14 hari ke depan, BPBD Kota Semarang juga memprioritaskan empat langkah utama, yakni pembersihan sedimentasi, perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan dan saluran."Persiapan penempatan posko cepat tanggap di tiap kecamatan terdampak, serta aktivasi tim monitoring cuaca selama 24 jam," tuturnya.


(prf/ega)