Nelayan Pamekasan Keluhkan Oknum Polair Meminta Uang di Tengah Laut

2026-01-11 22:02:59
Nelayan Pamekasan Keluhkan Oknum Polair Meminta Uang di Tengah Laut
PAMEKASAN, - Sejumlah nelayan di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan Jawa Timur mengeluhkan adanya oknum Polair mendatangi nelayan dan meminta uang di tengah laut.Nelayan berinisial NR (45) mengaku oknum nelayan sering didatangi sejumlah orang berpakaian Polair di tengah laut."Tidak sedikit dari kami didatangi oknum polair di tengah laut," katanya, Rabu .NR bercerita, oknum Polair meminta nelayan mengeluarkan pas kecil atau pas besar. Sesuai ukuran kapal yang dimiliki nelayan.Namun, saat dokumen lupa dibawa atau sudah mati langsung dimintai uang. Uang tersebut diakui sebagai pengamanan agar perahu nelayan tidak ditangkap.Baca juga: Bansos PKH Diduga Dipotong, Kejari Periksa 70 Penerima Bantuan di Pamekasan Jatim"Mereka minta dengan jumlah berbeda. Mulai dari Rp 300.000 hingga Rp 1 juta pada setiap perahu," katanya.Bahkan, nelayan yang belum bisa bayar didatangi ke pelabuhan sehingga nelayan terpaksa membayar uang pengamanan.Dia menyampaikan, jadwal oknum Polair mendatangi nelayan tidak menentu. Mereka tiba-tiba datang dan mendekati perahu nelayan.Namun, NR memastikan oknum polair yang sering ditemui di tengah laut bukan polair setempat sehingga banyak nelayan yang resah saat melaut."Mereka bukan polair di sini. Tapi mereka jelas memakai seragam dan kapal polair," ungkap NR.Nelayan lain, RS (51) juga mengungkapkan hal yang sama. Perahu nelayan kerap dihadang dan diperiksa.Baca juga: BPBD Pamekasan: 22 Rumah Rusak dan 3 Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang"Meskipun syarat sudah lengkap, ada saja yang dipermasalahkan. Sampai akhirnya nelayan harus membayar uang pengamanan," tuturnya.Sementara itu, lanjut RS, dokumen yang harus dibawa nelayan ke tengah laut rata-rata sudah mati masa berlakunya. Baik pas kecil maupun pas besar.Sebab selama setahun terakhir nelayan kesulitan melakukan perpanjangan pas kecil dan pas besar."Kami selalu khawatir saat mau melaut. Bahkan di tengah laut pun kami menoleh ke kanan dan kiri khawatir polair mendadak datang," ungkapnya.Sementara Kasatpolair Polres Pamekasan Ipda Isrok Wahyudi saat berusaha dikonfimasi belum bisa memberikan keterangan.


(prf/ega)