Realisasi Pajak 2025 Masih 70 Persen, Sejumlah Pos Utama Merosot

2026-01-11 22:20:50
Realisasi Pajak 2025 Masih 70 Persen, Sejumlah Pos Utama Merosot
JAKARTA, - Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak hingga Oktober 2025 mencapai Rp 1.459,03 triliun. Angka itu turun 3,86 persen dibandingkan periode yang sama 2024 yang sebesar Rp 1.517,54 triliun.Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan target yang tercapai baru 70,2 persen dari outlook APBN.“Secara neto, sampai dengan akhir Oktober sudah terkumpul Rp 1.459,03 triliun. Di bawah tahun lalu Rp 1.517,54 triliun,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis .Baca juga: Soal Penyidikan Kasus Mantan Dirjen Pajak, Purbaya: Biar Proses di Kejagung BerjalanPenurunan terjadi di sejumlah pos utama. PPh Badan secara neto tercatat Rp 237,56 triliun, turun 9,6 persen. PPh Orang Pribadi dan PPh 21 melemah dengan realisasi Rp 191,66 triliun atau turun 12,8 persen.PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 tercatat Rp 275,57 triliun, turun tipis 0,1 persen. PPN dan PPnBM mencapai Rp 556,61 triliun, turun 10,3 persen. Pajak lainnya justru naik 42,3 persen menjadi Rp 197,61 triliun.Suahasil menyebut tingginya restitusi menekan penerimaan neto, terutama pada PPN dan PPnBM.“PPnBM ini cukup tinggi penurunannya, artinya restitusinya cukup tinggi di sini. Dan pajak lainnya nanti kita kategorikan sesudah komplit SPT-nya oleh wajib pajak,” kata dia.Dari sisi bulanan, penerimaan pajak neto Oktober naik 0,7 persen month-to-month menjadi Rp 163,8 triliun.Baca juga: Curhat Pedagang Pedagang: Biaya Ilegal Ratusan Miliar, Pajak Resmi Lebih MurahPenerimaan pajak bruto menunjukkan tren lebih stabil. Pajak bruto hingga Oktober 2025 tercatat Rp 1.799,55 triliun, naik dari Rp 1.767,13 triliun pada periode yang sama 2024.PPh Badan bruto tumbuh 5,3 persen menjadi Rp 331,39 triliun. PPh Orang Pribadi dan PPh 21 turun 12,6 persen menjadi Rp 192,19 triliun.PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 bruto naik tipis 0,3 persen menjadi Rp 280,25 triliun. PPN dan PPnBM bruto berada di Rp 796,19 triliun atau turun 2,1 persen. Pajak lainnya kembali tumbuh 42,8 persen menjadi Rp 199,60 triliun.


(prf/ega)