Badai Salah Menghantam Liverpool: Inikah Ending Salah?

2026-01-11 03:48:43
Badai Salah Menghantam Liverpool: Inikah Ending Salah?
ARTIKEL saya "Setelah Kalap di Bursa Transfer, Liverpool dan Slot Tetap Butuh Sihir" (Kompas.com, 7/9/2025) mulai terbukti.Waktu itu saya menulis, "Dengan persaingan yang kian edan, tidak gampang buat Slot mengulangi kisah suksesnya di musim lalu. Betapa pun kini Liverpool telah dihuni pemain supermahal. Sejak 1992/1993, baru Alex Ferguson, Jose Mourinho dan Pep Guardiola yang sanggup juara Liga Premier Inggris secara beruntun dalam dua musim. Arsene Wenger, Carlo Ancelotti, Antonio Conte, Roberto Mancini, Claudio Ranieri atau Juergen Klopp tak pernah mampu melakukannya.Arne Slot atau Arend Martijn Slot, yang datang dari Feyenoord Rotterdam, Belanda, perlu sihir dan keajaiban besar guna mempertahankan trofi EPL. Mikel Arteta, Enzo Maresca, dan bahkan Pep Guardiola bisa saja menjungkalkan Slot."Dua puluh hari selepas itu, The Reds terantuk batu. Sang juara bertahan bertemu masalah. Setelah memetik lima kemenangan beruntun di Liga Premier Inggris, pasukan Slot menyerah di tangan Crystale Palace (1-2).Ini klub yang juga memukul Liverpool di ajang Community Shield. Palace lalu melukai Liverpool sekali lagi di Carabao Cup sebulan kemudian dengan skor telak 3-0.Sejak bertekuk lutut di tangan Palace itu, Virgil van Dijk dkk seperti hilang. Berturut-turut menyerah pada Chelsea, Manchester United, Brentford (Liga Premier) serta Galatasaray (fase awal Liga Champions Eropa).Pendek kata, Liverpool menangis di bulan Oktober--sesuatu yang mengejutkan dan tak terduga karena Si Merah sudah belanja besar musim ini.Kekalahan seolah tak mau pergi dari Liverpool. Mereka kembali digasak Manchester City dan Nottingham Forest. Skornya menyolok mata: Tiga gol tanpa balas.Pasukan Pep Guardiola menang gampang dalam duel yang selama ini berlangsung ketat, menunjukkan persaingan antara kedua klub yang berkibar sejak era Juergen Klopp.Namun, duel di November itu bak episode "ayam sayur" bagi Liverpool. Juara bertahan sedang krisis. Di fase awal Liga Champions pun, Liverpool digampar PSV Eindhoven, 1-4, di Stadion Anfield yang selama ini angker.Liverpool yang krisis menyingkirkan Mohamed Salah di tiga laga berikutnya. Tulung punggung tim bertahun-tahun itu dianggap jadi biang kerok penurunan kinerja Liverpool.Kontra West Ham United, Sunderland dan Leeds United, Salah terbuang dari line up utama. Masuk sebagai pemain pengganti versus Sunderland dan tak merumput sama ketika berduel dengan West Ham serta Leeds.Slot lebih memilih Florian Wirtz dibanding Salah. Gelandang ini adalah pekerjaan rumah buat Slot karena belum masuk dalam sistem permainan Liverpool. Ketika kinerja Salah dinilai sedang turun, pemain berpaspor Jerman itu menggantikannya.Tiga laga tak terpakai, Salah meradang. Ia menolak dianggap sebagai kambing hitam. Salah mengungkap jika hubungannya dengan Slot memburuk.“Kami tidak lagi punya hubungan. Saya tidak tahu kenapa, tapi saya melihat seseorang tidak menginginkan saya di klub,” ujar bintang asal Mesir ini (Kompas.com, 8/12/2025).Salah balik menuding. Ia mencium klub telah menjerumuskannya. Pernyataan Salah ini seperti perang terbuka pada Arne Slot dan Liverpool.The Reds yang sedang krisis dihantam badai dari sang megabintang: Mohamed Salah. Seorang yang telah memberi Liverpool seabrek trofi, termasuk satu trofi Liga Champions serta dua trofi Liga Premier.Di level individu, sedikitnya empat kali Salah meraih Sepatu Emas. Setara dengan legenda Arsenal, Thiery Henry.Belum lagi penghargaan pemain terbaik "bulan ini" dan keran golnya yang begitu deras. Dalam delapan musim berturut-turut, Salah berkontribusi lebih dari 20 gol di semua kompetisi untuk The Reds (detik.com, 25/6/2025).Sejak berseragam Liverpool tahun 2017 silam, Salah telah melesakkan 250 gol. Ini meletakkan pentingnya peran Salah dalam klub.


(prf/ega)