SAMARINDA, – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melakukan pemeriksaan teknis menyeluruh terhadap Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Samarinda, Rabu , menyusul insiden tabrakan tongkang bermuatan batu bara yang menghantam salah satu pilar jembatan pada Selasa pagi.Pemeriksaan lapangan dimulai sekitar pukul 10.00 Wita dan dilakukan di bagian atas maupun bawah jembatan.Tim teknis gabungan melakukan pengukuran langsung terhadap struktur jembatan, termasuk pilar yang terdampak benturan, menggunakan peralatan khusus.Baca juga: Kapal Ponton Bermuatan Batu Bara Tabrak Pilar Jembatan Mahakam Ulu SamarindaSejumlah personel Satpol PP Kaltim, Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), serta instansi teknis lainnya disiagakan untuk pengamanan dan pengaturan aktivitas selama pemeriksaan berlangsung.Akses pelayaran di sekitar kolong jembatan juga diawasi ketat.Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rachim, mengatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan pemeriksaan berjalan aman dan tidak membahayakan masyarakat.“Hari ini kami melakukan pengamanan dan pendampingan terhadap tim teknis yang memeriksa Jembatan Mahulu. Ini merupakan tindak lanjut pascakejadian tabrakan tongkang dan dilaksanakan atas instruksi langsung Gubernur Kalimantan Timur,” ujar Edwin saat ditemui.Baca juga: Kapal Tongkang Tabrak Longboat, Dua Warga Dilaporkan HilangMenurut Edwin, pemeriksaan melibatkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Dinas Perhubungan, Dinas PUPR Kaltim, serta aparat kepolisian.“Yang diperiksa bukan hanya secara visual, tetapi juga teknis. Apakah ada pergeseran struktur, perubahan posisi pilar, atau indikasi lain yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jembatan,” jelasnya.Sebagai langkah pengamanan sementara, KSOP menerbitkan notice to marine yang melarang seluruh kapal melintas di bawah kolong Jembatan Mahulu selama proses pemeriksaan berlangsung.“Kami sudah berkoordinasi dengan KSOP dan Polairud. Jika ada kapal, khususnya bermuatan di atas 200 feet, yang nekat melintas atau melakukan pelanggaran, tentu akan ditindak sesuai aturan,” tegas Edwin.Baca juga: Hari Kedua Pencarian Korban Tabrakan Kapal Tongkang di Muna, 1 Nelayan Ditemukan TewasSementara untuk lalu lintas darat, pembatasan kendaraan bertonase berat masih menunggu hasil pemeriksaan teknis dan pembahasan lintas instansi.“Keputusan final akan ditentukan setelah hasil pemeriksaan keluar. Jika hasilnya menunjukkan kondisi jembatan tidak aman, kendaraan bertonase berat akan dilarang melintas dan arus lalu lintas dialihkan ke Jembatan Mahakam,” ujarnya.Insiden tabrakan tongkang tersebut menimbulkan kekhawatiran warga yang setiap hari melintas di Jembatan Mahulu.Rudi (42), warga Kecamatan Loa Janan Ilir, mengatakan jembatan tersebut merupakan akses utama aktivitas kerja dan ekonomi warga.
(prf/ega)
Jembatan Mahulu Diperiksa Menyeluruh usai Dihantam Tongkang, Warga Waswas Melintas
2026-01-11 03:47:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 02:28
| 2026-01-11 02:15
| 2026-01-11 02:10
| 2026-01-11 01:56
| 2026-01-11 01:53










































