AGAM, - Bersama belasan relawan lainnya, Sesilia Rosanta (20) menginjakkan kakinya di lumpur yang dalam.Ia memperhatikan kayu-kayu yang letaknya tak beraturan.Penciuman dipasang baik-baik. Siapa tahu ada indikasi temuan mayat."Kemarin full jalur darat pencarian. Itu berlumpur banget, banyak gelondongan kayu, banyak cari di reruntuhan rumah, jadi banyak dibantu oleh ekskavator," ujar perempuan yang akrab disapa Oca itu saat ditemui di Posko Tim SAR Gabungan di Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, pada Senin .Oca adalah salah satu relawan tim SAR untuk mencari korban hilang akibat banjir bandang yang terjadi pada Kamis sore.Sebelum turun mencari korban hilang, Oca juga bertugas sebagai tim survei ke daerah-daerah terdampak dan penyalur bantuan.Berstatus mahasiswa, Oca berangkat bersama belasan mahasiswa lainnya dari Jawa Barat naik mobil elf dan ambulans yang difasilitasi oleh pihak kampus.Semuanya merupakan mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad).Baca juga: Warga Bantu Warga, Tempuh 40 Kilometer untuk Beri Makan Korban Banjir Agam SumbarDok. Pribadi Lutfiatun Nisa (23), mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad) di Posko Tim SAR Gabung Tanjung Alam, Salareh Aia Timur, Palembayan, Agam, Sumatera Barat pada Senin pagi. Ia meninggalkan kuliah dan bergabung menjadi relawan SAR bencana banjir bandang di Palembayan, Agam."Saya berangkat yang pertama pasti untuk misi kemanusiaan dan representasi dari Unpad untuk membantu saudara-saudara kita di Sumatera," tambah Oca.Oca bersama tim mahasiswa Unpad lainnya menyusuri jalur darat menuju Palembayan, Agam, selama tiga hari lamanya.Palembayan adalah wilayah yang terdampak banjir bandang dan menewaskan lebih dari 100 orang serta puluhan orang lainnya hilang.Oca yang juga anggota organisasi pencinta alam SAR Unpad ingin mengaplikasikan dan belajar tentang penanganan bencana dan pencarian orang hilang.Ia datang dan bergabung ke dalam tim SAR Gabungan di Posko Basarnas di Koto Alam, Salareh Aia Timur.Oca kemudian masuk ke dalam salah satu dari lima tim SAR gabungan bersama Basarnas dan unsur-unsur lainnya.Baca juga: Jalan Kaki 7 Km Cuma Beli Sebotol Bensin, Korban Banjir Agam: Enggak Punya Uang"Saya sebagai anggota SAR Unpad, kegiatan ini jadi pembelajaran langsung dari lapangan, tempat belajar untuk melihat penanganan SAR. Di sini banyak expert, jadi bisa lihat langsung dari ahlinya," kata perempuan yang berkuliah di jurusan Hubungan Internasional tersebut.Dok. Pribadi Azizah Nadhirah Zahra alias Jeje (19), mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad) di Posko Tim SAR Gabung Tanjung Alam, Salareh Aia Timur, Palembayan, Agam, Sumatera Barat pada Senin pagi. Ia meninggalkan kuliah dan bergabung menjadi relawan SAR bencana banjir bandang di Palembayan, Agam.Kegiatan menjadi relawan SAR merupakan panggilan jiwa.Oca dan belasan relawan mahasiswa Unpad pun meninggalkan kegiatan kuliah untuk turun langsung ke lapangan.
(prf/ega)
Kisah Para Mahasisiwi Unpad, Tinggalkan Kuliah demi Jadi Relawan SAR Banjir Agam
2026-01-12 04:48:47
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:01
| 2026-01-12 04:40
| 2026-01-12 03:32
| 2026-01-12 03:15










































