JAKARTA, - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan pembukaan Fairview Hotel by Artotel di Jalan Radio Dalam Raya Nomor 1, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan pada Sabtu .Dalam momen tersebut, Pramono menyebut Artotel Group sebagai operator hotel yang agresif membuka unit-unit hotel tahun ini."Beberapa kali saya lihat, Artotel ini termasuk yang agresif di Jakarta. Saya mungkin sudah dua atau tiga kali (meresmikan hotel di bawah naungan Artotel)," ungkap Pramono.Baca juga: Fairview Hotel by Artotel Buka di Jakarta Selatan, Sejengkal dari Pondok Indah MallArtotel Group merupakan manajemen operator hotel Indonesia yang mengintegrasikan empat unit bisnis. Satu di antaranya adalah hotel yang terdiri dari brand hotel ekonomis, butik, kelas menengah, hingga hotel mewah.Saat ini, Artotel Group menangungi brand hotel meliputi Artotel, Dafam, dan Maxone yang tersebar di berbagai kota Indonesia, seperti Jakarta, Tangerang, Bogor, Semarang, Solo, Bandung, Palembang, Surabaya, Yogyakarta, Dumai, Batam, hingga Bintan.Chief Operating Officer Artotel Group, Eduard Rudolf Pangkerego, tidak menampik anggapan Pramono soal keagresifan Artotel dalam membuka hotel-hotel baru.Baca juga: Artotel Buka Hotel Baru di Harmoni, Tersedia 150 KamarNamun, ia belum bisa memastikan berapa banyak unit hotel baru di bawah naungan Artotel Group hingga saat ini."Sebab layaknya bisnis, ada (hotel) yang kami dapat, ada yang kami lepas," kata Eduard dalam sesi berbeda.Dihubungi terpisah, pihak Artotel Group mengonfirmasi bahwa sepanjang tahun 2025, hotel ini menargetkan pembukaan 15 hotel baru di Indonesia.Baca juga: Sempat Tutup 6 Bulan, Artotel Casa Hangtuah Kini Kembali Terima TamuTermasuk Fairview Hotel by Artotel yang sebelumnya merupakan bangunan kondominium hotel (kondotel) dengan 152 kamar.Kompas.com/Krisda Tiofani Ruang tidur Suite Room Fairview Hotel by Artotel, Jakarta Selatan, menghadap perkotaan.Sebanyak 102 kamar dengan tipe Deluxe Room dan Suite Room kini dikelola oleh Artotel, lengkap dengan fasilitas berupa kolam renang semi-outdoor dan gym.“Gedung ini telah berdiri sejak 2014 sebagai kondotel dan apartemen yang berfungsi sebagaihotel. Dalam perjalanannya, properti kami telah melalui pergantian beberapa operator hotel," kata Direktur Utama PT Bellevue Radio Dalam sekaligus Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS), Firman Soebagyo.Setelah terbentuk P3SRS pada 2023 permasalahan dengan pihak developer selesai, kata Firmman, para pemilik unit ingin kamar-kamar hotel dikelola dengan lebih baik dan berkelanjutan.Baca juga: Artotel Group Akuisisi Hotel Century Senayan, Tetap Ada Kamar Atlet"Kalau bisa bekerja sama, pesan saya cuma satu, tolong pemegang saham atau pemilik unit, betul-betul dihormati," imbau Pramono.Pramono menitipkan pengawasan hotel eks kondotel ini kepada Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar."Tempat ini diawasi betul-betul Pak Wali. Jangan sampai ada apa-apa. Jadi ini tugas Pak Wali. Kalau ada apa-apa, saya tinggal telepon Pak Wali aja," pungkas Pramono.Baca juga: Menjadi Sosok Sore dalam Pameran Seni Chronospira, Instalasi Film Sore di Artotel Gelora Senayan
(prf/ega)
Resmikan Hotel Baru, Pramono Sebut Artotel Group Agresif di Jakarta
2026-01-11 15:18:45
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:35
| 2026-01-11 15:14
| 2026-01-11 14:42
| 2026-01-11 13:58










































