- Demonstrasi di depan gedung Mahkamah Internasional di Den Haag saat Israel dan Afrika Selatan saling berhadapan dalam kasus genosida di Gaza, 12 Januari 2024.Tanggal 9 Desember juga diperingati sebagai Hari Internasional untuk Peringatan dan Martabat Korban Kejahatan Genosida dan Pencegahan Kejahatan ini.Majelis Umum PBB menetapkan tanggal hari peringatan tersebut berdasarkan resolusi A/RES/69/323 pada 29 September 2015.Baca juga: 6 Desember 2025: Peringatan Hari Tanpa Toleransi terhadap Kekerasan pada PerempuanTujuannya adalah meningkatkan kesadaran tentang pencegahan dan penghukuman kejahatan Genosida, serta peran Konvensi dalam memerangi dan mencegah kejahatan genosida.Konvensi ini juga menetapkan kewajiban bagi Negara-negara Pihak untuk mencegah dan menghukum kejahatan genosida.Setiap tahun Kantor PBB untuk Pencegahan Genosida dan Tanggung Jawab untuk Perlindungan menyelenggarakan acara peringatan ini.Baca juga: 50 Kutipan tentang Perempuan untuk Memperingati Hari Ibu

2026-01-12 06:47:04
- Demonstrasi di depan gedung Mahkamah Internasional di Den Haag saat Israel dan Afrika Selatan saling berhadapan dalam kasus genosida di Gaza, 12 Januari 2024.Tanggal 9 Desember juga diperingati sebagai Hari Internasional untuk Peringatan dan Martabat Korban Kejahatan Genosida dan Pencegahan Kejahatan ini.Majelis Umum PBB menetapkan tanggal hari peringatan tersebut berdasarkan resolusi A/RES/69/323 pada 29 September 2015.Baca juga: 6 Desember 2025: Peringatan Hari Tanpa Toleransi terhadap Kekerasan pada PerempuanTujuannya adalah meningkatkan kesadaran tentang pencegahan dan penghukuman kejahatan Genosida, serta peran Konvensi dalam memerangi dan mencegah kejahatan genosida.Konvensi ini juga menetapkan kewajiban bagi Negara-negara Pihak untuk mencegah dan menghukum kejahatan genosida.Setiap tahun Kantor PBB untuk Pencegahan Genosida dan Tanggung Jawab untuk Perlindungan menyelenggarakan acara peringatan ini.Baca juga: 50 Kutipan tentang Perempuan untuk Memperingati Hari Ibu



(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-12 06:10