WNA Australia Tewas Saat Diving di Pantai Tulamben Bali, Panik di Kedalaman 15 Meter

2026-01-12 16:52:40
WNA Australia Tewas Saat Diving di Pantai Tulamben Bali, Panik di Kedalaman 15 Meter
KARANGASEM, - Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Australia bernisial NJS (50), tewas di Pantai Segara di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, Selasa .Kasi Humas Polres Karangasem, Ipda I Nengah Artono mengatakan, korban diduga tenggelam saat menyelam. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 Wita."Saat ini korban dibawa ke RSUD Karangasem dan kasus ini ditangani oleh Satpolair Polres Karangasem," kata Artono, dikonfirmasi Selasa malam.Baca juga: Identifikasi Jenazah di Labuan Bajo: Data Antemortem Cocok, Korban WNA Spanyol KM Putri SakinahIa menyampaikan, dari keterangan saksi bernisial BN yang merupakan WNA dari Afrika Selatan, sekitar pukul 11.30 Wita korban melakukan diving dengan didampingi dua orang instruktur.Kemudian, tiba-tiba setelah di kedalaman kurang lebih 15 meter korban panik dan melepas regulator dive dan meluncur ke permukaan.Lalu saksi, berteriak minta tolong kepada masyarakat yang ada di pinggir pantai.Hal tersebut, dilihat oleh nelayan setempat yang mendekati saksi dengan perahu."Sampai di tengah laut, korban terlihat mengambang dan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Lalu korban dievakuasi ke pantai," imbuhnya.Baca juga: Sempat Hilang di Kopo Bandung, 2 Balita WNA Asal Australia Ditemukan SelamatIa menyatakan, hasil pemeriksaan luar oleh tim medis Puskesmas Kubu, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.Korban mengalami lebam pada dada dan punggung serta dari hidung mengeluarkan busa."Korban panik dan mencabut regulator dive saat menyelam di kedalaman 15 meter," ujarnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-01-12 15:48