Transmigrasi Bisa Bikin Anak Muda Jadi Konglomerat, Bagaimana Caranya?

2026-01-11 03:43:53
Transmigrasi Bisa Bikin Anak Muda Jadi Konglomerat, Bagaimana Caranya?
JAKARTA, - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menjelaskan kontribusi program transmigrasi dalam menjadikan generasi muda sebagai konglomerat.Dia menjelaskan, mayoritas dari 100 konglomerat di Indonesia berasal dari komoditas, mulai dari perkebunan hingga pertambangan."Nah, kawasan transmigrasi itu memiliki peluang untuk itu," jelasnya menjawab Kompas.com, usai acara peluncuran buku The Mentor, 9 Purnama di Sisi SBY, Jakarta, Selasa .Sejauh ini, masih ada ratusan ribu hektar lahan di Indonesia agar siap dikelola oleh transmigran.Baca juga: Ada Peluang Jadi Konglomerat di Kawasan TransmigrasiApabila disentuh oleh sumber daya manusia (SDM) unggul melalui inovasi, dia meyakini kawasan transmigrasi dapat menjadi besar."Nah, yang sekarang kita butuhkan adalah bagaimana mendatangkan para SDM-SDM unggul itu hadir di kawasan-kawasan transmigrasi," tambahnya.Program transmigrasi dianggap masih relevan untuk generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha.Eko Putro Sandjojo, yang pernah menjabat sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia di Kabinet Kerja mengatakan, berkontribusi di program transmigrasi juga berpeluang menjadikan generasi muda sebagai konglomerat.Eko memberikan contoh, perusahaan konglomerat Indonesia, seperti Bakrie Group, Sinarmas, hingga Salim Group, memulai bisnisnya dari berdagang komoditas."(Transmigran generasi muda) Turun ke desa, bantu petani untuk supaya komoditinya bisa tersalurkan, pelan-pelan kalian bisa menjadi gede, suatu saat kalian jadi konglomerat," ucapnya dalam Open House 24 Jam Kementerian Transmigrasi, Sabtu .Baca juga: Lima Besar Konglomerat Kuasai Ratusan Ribu Hektar LahanDia juga memberikan contoh lain, misalnya generasi muda yang berprofesi sebagai dokter, bisa membuka praktik di daerah transmigrasi."Sekarang kan klinik ditanggung BPJS, jadi marketnya sudah captive," katanya.Adapun program transmigrasi dianggap masih relevan untuk generasi muda karena masih dibutuhkan pemerataan ekonomi dan penduduk di seluruh wilayah Indonesia.Namun, menurutnya, bisnis model transmigrasi untuk generasi muda harus dimodifikasi karena zaman telah berubah."Mungkin transmigrasi itu tidak harus ikut transmigrasi dikasih tanah dua hektar, tapi orang muda kota bisa datang mencari opportunity (kesempatan) di daerah-daerah transmigrasi," jelasnya.


(prf/ega)