JAKARTA, - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memetakan destinasi pariwisata yang menjadi pilihan masyarakat pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.Berdasarkan hasil survei potensi pergerakan yang diselenggarakan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub, Kota Yogyakarta menjadi destinasi perjalanan favorit nasional dengan proyeksi 5,15 juta pergerakan.Setelah itu, menyusul beberapa daerah lain, yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Malang, Kabupaten Bogor, dan Kota Denpasar.“Kelima daerah ini merupakan pusat wisata budaya, alam, dan rekreasi keluarga yang diprediksi menjadi magnet utama mobilitas masyarakat saat libur akhir tahun,” kata Dudy dalam keterangan resminya, Senin .Baca juga: Diskon LMPV per Desember 2025 Bisa Sampai Rp 30 JutaKEMENHUB Gerbang Tol Prambanan Jalan Tol Jogja-SoloSurvei ini menunjukkan minat berwisata dan berkegiatan bersama keluarga menjadi pendorong utama orientasi perjalanan Nataru 2025/2026.Tak hanya itu, selain destinasi kota, data juga memperlihatkan dominasi perjalanan menuju provinsi-provinsi di Pulau Jawa.Jawa Tengah diprediksi menjadi provinsi tujuan terbesar dengan 20,23 juta pergerakan, diikuti Jawa Timur sebanyak 16,83 juta dan Jawa Barat sebanyak 16,61 juta. Sementara di luar Jawa, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Lampung juga mengalami peningkatan signifikan.Dari sisi keberangkatan, Jakarta Timur menjadi asal perjalanan terbesar, disusul Kabupaten Bekasi dan Kota Makassar.Baca juga: Chery Santai Hadapi Kehadiran Veloz HybridSecara total, 119,5 juta masyarakat Indonesia (42,01 persen) diprediksi akan bepergian pada periode Nataru tahun ini.Untuk preferensi moda transportasi, mobil pribadi masih menjadi pilihan utama (42,78 persen atau 51,12 juta orang), disusul sepeda motor, bus, mobil sewa, travel, moda udara, dan kereta api.Dominasi moda darat ini diprediksi memberi tekanan pada simpul-simpul transportasi dan ruas jalan utama.Potensi kepadatan kemungkinan terjadi di sejumlah ruas tol seperti Jakarta–Cikampek, Jakarta–Bogor–Ciawi, Semarang–Solo, serta Cikampek–Palimanan, sehingga rekayasa lalu lintas akan diterapkan pada titik-titik rawan.Baca juga: Daihatsu YRV: Daya Tarik Unik Dari Pengalaman PemilikDok. PT Jasa Marga (Persero) Tbk Pemberlakuan one way nasional diberlakukan dengan Flag off oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK Warsito, Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur yang didampingi Direktur Bisnis Jasa Marga Reza Febriano, serta para pejabat lainnya.Dudy mengatakan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025 dengan 17,18 juta perjalanan.Sementara untuk puncak arus balik, diprediksi terjadi pada Jumat, 2 Januari 2026 dengan 20,81 juta perjalanan.“Tanggal puncak ini menjadi dasar pengaturan operasional terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan,” ucap Dudy.
(prf/ega)
Cek Destinasi, Puncak Mudik, dan Titik Macet Nataru 2025/2026
2026-01-12 04:55:07
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:29
| 2026-01-12 04:12
| 2026-01-12 04:02
| 2026-01-12 04:00
| 2026-01-12 03:02










































