Bencana Belum Pulihkan Akses Transportasi di Tapanuli Selatan, Anak Sekolah Diantar Mobil Polisi

2026-01-11 22:36:51
Bencana Belum Pulihkan Akses Transportasi di Tapanuli Selatan, Anak Sekolah Diantar Mobil Polisi
MEDAN, - Dua minggu lebih bencana longsor dan banjir menerjang Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, namun hingga kini akses transportasi belum bisa pulih total.Masih banyak jembatan dan jalan yang rusak, kondisi ini perparah dengan banyaknya transportasi publik yang belum beroperasi. Sehingga Polda Sumatera Utara berinisiatif mengantarkan anak sekolah dengan mobil dinasnya. Hal ini terjadi di lokasi pengungsian Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan.Baca juga: Hilang 20 Hari Saat Banjir Tapanuli Tengah, Jenazah Pendeta Lea Felanie Ditemukan 3 Kilometer dari RumahEmpat personel disiapkan sejak pukul 06.30 WIB untuk mengantar dan menjemput anak-anak di pengungsian. "Mereka diantar dari Desa Huta Godang menuju Desa Anggoli, serta mengantar iswa yang bersekolah ke arah Batang Toru, termasuk ke SMP Negeri 2 Batang Toru," Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan dalam keterangan tertulisnya, Senin . Selain mengantar jemput siswa pasca banjir, personelnya juga  setiap harinya juga membantu warga menyeberangi jembatan kayu sementara yang dibangun pascabanjir bandang.Baca juga: Sempat Terputus Akibat Longsor, Akses Jalan di Sipirok Tapanuli Selatan Mulai Bisa Digunakan"Langkah ini dilakukan demi memastikan anak-anak tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan aman dan tepat waktu serta mempermudah akses warga untuk beraktivitas," katanya.Ferry menerangkan, dalam proses penanganan banjir, timnya tidak ingin fokus pada penanganan darurat bencana, tetapi memastikan aktivitas masyarakat terbantu. Dia pun berharap kehadiran personel kepolisian di lapangan dapat memberikan rasa aman dan semangat bagi masyarakat yang terdampak bencana.Baca juga: Orangutan Tapanuli Ditemukan Mati di Tumpukan Material Banjir Tapteng“Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik dan mendampingi masyarakat sampai kondisi benar-benar pulih,” tambahnya.Sebelumnya, bencana alam banjir dan longsor menerjang wilayah Tapsel sejak Senin . Akibat bencana ini, dari data sementara BPBD Sumut, korban meninggal 86 jiwa, hilang 30 jiwa dan luka luka 2.189 orang.


(prf/ega)