Pernah Jadi Favorit, Ini 5 Motor Bebek yang Disuntik Mati di Indonesia

2026-01-12 04:03:34
Pernah Jadi Favorit, Ini 5 Motor Bebek yang Disuntik Mati di Indonesia
SOLO, - Pasar motor bebek di Indonesia terus mengalami penurunan, dengan minat masyarakat yang semakin berkurang dari tahun ke tahun.Pergeseran minat konsumen ke motor matik membuat pabrikan mulai memangkas model bebek yang dianggap tidak lagi kompetitif.Banyak model bebek legendaris akhirnya disuntik mati untuk memberi ruang bagi skutik yang jauh lebih laris.Berikut daftar motor bebek yang sudah berhenti diproduksi, lengkap dengan informasi umum dan kisaran harga bekasnya.Baca juga: Banjir dan Longsor di Sumut, Aceh dan Sumbar: Ini Jalan yang Tidak Bisa Dilalui1. Honda Blade X 125Dicky Aditya Wijaya Honda BladeSetelah 10 tahun mengaspal, Honda resmi menyuntik mati Blade X 125 pada 2018.Bebek 125 cc ini awalnya diposisikan sebagai opsi sporty untuk menemani Supra X, namun menurunnya permintaan motor bebek membuat Blade ditinggalkan.Honda kemudian lebih fokus pada model skutik seperti Beat, Vario, dan Scoopy.Sementara, di pasar motor bekas daring Honda Blade dibanderol mulai Rp 7,6 juta untuk tahun produksi 2016.Baca juga: Daftar Ruas Tol yang Kena Banjir dan Longsor di Sumatera2. Honda Revo ATFoto: /Gregy Honda Revo AT 2010Honda Revo AT meluncur pada 2010 dengan konsep bebek matik (betik). Mengusung mesin 110 cc dan transmisi otomatis, model ini diharapkan menyatukan keunggulan bebek dan kemudahan skutik.Sayangnya, konsep tersebut kurang diterima pasar. Penjualan tidak sesuai harapan, dan akhirnya Revo AT disuntik mati hanya tiga tahun kemudian pada 2013.Di bursa motor bekas online, Honda Revo AT dijual di kisaran Rp 5,8 jutaan hingga Rp 10 jutaan, tergantung kondisi dan kelengkapan.3. Honda KiranaBaca juga: Chery Peduli Banjir Sumatera, Gratis Towing dan Diskon Suku CadangFoto:OLX Second Stuff Shit Store Honda Kirana Honda Kirana hadir pada 2002 sebagai alternatif dari Supra X 110. Meski tampil dengan desain unik dan teknologi yang cukup modern di zamannya, Kirana tidak mampu bersaing dengan dominasi Supra Series.


(prf/ega)