SUMENEP, – Video seorang warga yang ditandu menggunakan ranjang pasien lalu diturunkan melalui tebing curam di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, beredar di media sosial.Aksi puluhan warga yang berjibaku menurunkan pasien di jalur ekstrem tersebut memicu keprihatinan publik.Dalam video berdurasi 56 detik itu, tampak puluhan warga turun perlahan melewati tangga di tebing dengan kemiringan sekitar 80 derajat.Dengan ketinggian lebih dari 100 meter, warga saling menguatkan dan memegangi kayu agar ranjang pasien tidak merosot jatuh.Berdasarkan penelusuran, peristiwa itu terjadi pada Kamis di Desa Tembayangan, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean. Saat itu, warga tengah memulangkan pasien bernama Anna Farizah dari rumah sakit menuju rumahnya."Benar, itu warga Tembayangan, namanya Anna Farizah," kata warga setempat, Adi Susanto, saat dihubungi Kompas.com, Minggu .Baca juga: Akses Ambulans Terputus di Bandung Barat, Pasien Ditandu Lebih dari 1 KmAnna Farizah sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Abuya di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean. Namun, pihak rumah sakit akhirnya memperbolehkan Anna pulang karena kondisi kesehatannya tidak menunjukkan perkembangan berarti."Katanya tidak ada perkembangan. Matanya sudah tidak bisa melihat dan badannya juga lemas, tidak bisa digerakkan," jelas Adi.Lantaran kondisi tubuhnya yang sangat lemah, ibu satu anak ini harus ditandu melewati jalur ekstrem yang dikenal warga dengan sebutan Gunung Eteng. Jalur ini terpaksa dipilih karena tidak ada akses jalan lain yang bisa dilalui kendaraan roda empat.Adi mengungkapkan, jalan kabupaten yang ada saat ini kondisinya rusak parah sehingga tidak bisa dilewati mobil biasa, apalagi ambulans.Jika dipaksakan, perjalanan menuju RSUD Abuya bisa memakan waktu hingga lima jam dan harus menggunakan mobil khusus off-road."Jalan kabupaten tidak bisa dilewati mobil biasa, apalagi ambulans. Kalau lewat sana, lama sekali dan harus pakai mobil khusus," ucap Adi.Sebaliknya, meski sangat berisiko, jalur tangga curam di Gunung Eteng hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam berjalan kaki. Jalur ini pun menjadi tumpuan utama bagi petani, pedagang, hingga guru yang bertugas di Desa Tembayangan dan Desa Cangkaremaan.Warga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep segera memberikan perhatian serius. Pasalnya, menurut Adi, kondisi jalan tersebut seolah tidak tersentuh perbaikan sejak lama."Sejak penjajahan Belanda tidak pernah ada perbaikan jalan kabupaten itu. Harapan kami jalan kabupaten itu diperbaiki saja supaya warga tidak terus-terusan lewat jalur Gunung Eteng," pungkas Adi.
(prf/ega)
Viral Video Warga Sakit di Sumenep Ditandu Turuni Tebing Curam 80 Derajat
2026-01-11 04:04:34
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 02:52
| 2026-01-11 02:50
| 2026-01-11 02:42
| 2026-01-11 01:44










































