LUMAJANG, - Jelang libur panjang dalam rangka hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, telah memetakan titik-titik rawan bencana.Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Lumajang, Isnugroho mengatakan, titik rawan bencana di Lumajang dipetakan berdasarkan jalan nasional yang kerap dilewati oleh masyarakat."Karena ini Nataru, banyak orang ingin liburan, kita petakan berdasarkan jalan nasional atau jalan utama yang biasa dilintasi warga," kata Isnugroho di Lumajang, Selasa .Kabupaten Lumajang merupakan daerah yang dilewati saat pengendara dari Surabaya hendak menuju ke Kabupaten Jember dan Banyuwangi, maupun sebaliknya.Selain itu, Kabupaten Lumajang juga bisa menjadi penghubung menuju Kabupaten Malang melalui jalur selatan atau Piket Nol.Baca juga: Bupati Lumajang Pastikan Pecat Oknum Guru yang Divonis 5 Tahun karena Lecehkan 6 SiswiIsnugroho menjelaskan, risiko bencana di sisi utara Lumajang atau di Kecamatan Ranuyoso, Klakah, dan Kedungjajang, adalah hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang.Oleh karenanya, warga diminta berhati-hati dengan risiko terjadinya pohon tumbang saat angin kencang terjadi."Kalau di utara mulai Ranuyoso, Klakah, sampai Kedungjajang, itu potensi bencananya adalah hujan disertai angin kencang, karena saat ini sedang dalam bencana hidrometeorologi," ujarnya.Selanjutnya, risiko terjadi genangan banjir juga mungkin terjadi ada di Kecamatan Jatiroto dan Tempeh apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.Ditambah lagi, risiko terjadi luapan banjir lahar di aliran sungai yang berhulu ke Gunung Semeru seperti di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo."Kalau banjir genangan di Jatiroto, Tempeh, kemudian banjir lahar bisa terjadi di Candipuro dan Pronojiwo," kata Isnugroho.Baca juga: Pemkab Lumajang Tak Berlakukan WFA Saat Libur Natal dan Tahun BaruRisiko lain berada di kawasan rawan longsor seperti di area perbukitan Piket Nol yang ada di Kecamatan Candipuro.Jalan ini, merupakan akses utama dari Lumajang menuju Malang, maupun sebaliknya.Selain rawan longsor, Isnugroho juga mengingatkan risiko terjadinya letusan sekunder saat terjadi banjir lahar Semeru yang menyebabkan hujan abu dan gangguan pernapasan."Piket Nol itu rawan longsor, kemudian di Jembatan Gladak Perak kalau ada banjir lahar juga berisiko terjadi letusan sekunder yang menyebabkan hujan abu," ujarnya.Untuk tempat wisata, secara keseluruhan Isnugroho meyakini kondisinya masih aman untuk dikunjungi.Namun, BPBD mengingatkan risiko terjadi hujan disertai petir di sekitar Pantai Selatan Lumajang."Perlu kami tekankan, jangan coba-coba berwisata ke lokasi bencana Semeru," tandas Isnugroho.Baca juga: Bupati Indah Bolehkan Mobil Dinas Pemkab Lumajang Dipakai untuk Libur Nataru
(prf/ega)
Liburan Nataru, Ini Titik Rawan Bencana yang Harus Diwaspadai di Lumajang
2026-01-10 09:59:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-10 09:43
| 2026-01-10 09:27
| 2026-01-10 08:45










































