– Kontroversi kembali melanda ajang Miss Universe. Kali ini, sorotan tertuju pada Finlandia setelah perwakilannya, Sarah Dzafce, dicabut gelarnya sebagai Miss Finlandia (Miss Suomi) menyusul unggahan di media sosial yang dinilai bernuansa rasis.Pihak penyelenggara Miss Finlandia menilai unggahan tersebut bersifat ofensif dan bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung dalam kontes kecantikan nasional maupun internasional.Baca juga: Drama Miss Universe 2025 Berlanjut, Olivia Manuela Yacé Mundur dari Miss Universe Africa & OceaniaKonten tersebut juga dianggap sebagai serangan terhadap identitas kelompok tertentu.Pemilik lisensi Miss Finlandia, Finnartist Oy, menyatakan pencabutan gelar bukanlah penilaian terhadap pribadi seseorang, melainkan menyangkut tanggung jawab publik seorang pemegang gelar.“Ketika seseorang memegang peran representatif di tingkat nasional dan internasional, tindakan dan tanggung jawab tidak dapat dipisahkan,” demikian pernyataan Finnartist Oy.Baca juga: Terjatuh di Panggung Miss Universe 2025, Miss Jamaika Masih Dirawat di ICU Pihak penyelenggara menyebut peristiwa ini telah menimbulkan rasa sakit, kekecewaan, dan kekhawatiran, baik di Finlandia maupun di tingkat internasional.Unggahan yang dibuat Dzafce dinilai berbahaya dan berpotensi memunculkan generalisasi negatif terhadap Finlandia sebagai negara Nordik.Baca juga: Hadiah Fantastis Miss Universe 2025, Mahkota Rp 83 Miliar hingga Apartemen Mewah New York Akibat kontroversi tersebut, gelar Miss Finlandia yang disandang Dzafce resmi dicabut.Diketahui, Dzafce sebelumnya juga gagal menembus 30 besar dalam ajang Miss Universe 2025.Baca juga: Menang Miss Universe 2025, Fatima Bosch Dapat Gaji Rp 837 Juta Per BulanMenanggapi pencabutan gelarnya, Sarah Dzafce sempat memberikan klarifikasi. Ia mengklaim foto kontroversial tersebut diambil saat dirinya tengah berlibur dan mengalami sakit kepala parah, serta membantah adanya niat rasis.Namun, klarifikasi tersebut menuai kritik dari media lokal. Surat kabar Helsinki Times melaporkan bahwa foto tersebut awalnya diunggah ke sebuah jaringan anonim di Jerman oleh seorang teman Dzafce tanpa sepengetahuannya.Baca juga: Menang Miss Universe 2025, Fatima Bosch Dapat Gaji Rp 837 Juta Per BulanDi tengah kritik publik, Dzafce akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial.“Saya sepenuhnya memahami bahwa tindakan saya telah menyebabkan ketidaknyamanan bagi banyak orang dan saya sangat menyesalinya. Saya ingin meminta maaf, terutama kepada mereka yang secara pribadi terpengaruh oleh situasi ini. Itu sama sekali bukan niat saya,” tulis Dzafce.Baca juga: Fatima Bosch Raih Mahkota Miss Universe 2025 Usai KontroversiSebagai pengganti Sarah Dzafce, penyelenggara menunjuk Tara Lehtonen sebagai Miss Finlandia (Miss Suomi) 2025.Perempuan berusia 25 tahun itu sebelumnya merupakan runner-up pertama dalam kontes nasional tahun lalu.Baca juga: Drama Berlanjut, Juri Miss Universe 2025 Mengundurkan Diri, Tidak Ingin Terlibat SandiwaraLehtonen mengakui situasi yang mengantarkannya menyandang gelar Miss Finlandia tergolong tidak biasa. Meski demikian, ia berkomitmen menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.“Situasi ini benar-benar luar biasa, dan fakta bahwa peran saya sebagai Miss Finlandia dimulai di tengah tahun membuat perjalanan ini berbeda dari biasanya. Meski titik awalnya tidak tradisional, saya akan melakukan yang terbaik untuk memenuhi tugas saya dengan benar dan bermartabat,” ujar Lehtonen.Baca juga: Profil Fatima Bosch, Pemenang Miss Universe 2025 Asal Meksiko yang Disebut BodohMeski telah dinobatkan sebagai Miss Finlandia, Tara Lehtonen dipastikan tidak akan mewakili Finlandia di ajang Miss Universe 2026.A post shared by Sarah Dzafce (@sarahdzafce)
(prf/ega)
Kontestan Miss Universe 2025 Kehilangan Gelar Akibat Ucapan Rasis di Media Sosial
2026-01-11 23:06:13
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:34
| 2026-01-11 23:07
| 2026-01-11 21:55
| 2026-01-11 21:37
| 2026-01-11 21:14










































