JAKARTA, - Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto meminta Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mewujudkan swasembada kedelai.Permintaan itu Titiek sampaikan dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Pertanian (Kementan) terkait evaluasi anggaran dan pelaksanaan 2025 serta rencana kerja 2026.“Sekarang kami mengapresiasi Kementerian Pertanian sudah bisa swasembada beras, kemudian sudah bisa swasembada jagung, tolong ke depan swasembada kedelai,” kata Titiek di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin .Baca juga: China Longgarkan Tarif Impor AS, Kedelai Tetap Kena Bea 13 PersenPIXABAY/ALLY J Ilustrasi kedelai.Titiek menyebut, Indonesia merupakan bangsa yang mengonsumsi tahu dan tempe, produk olahan makanan berbahan dasar kedelai dengan kebutuhan 2,9 juta ton kedelai per tahun.Namun, produksi kedelai dalam negeri baru mencapai sekitar 350.000 ton per tahun. Sementara, sekitar 2,6 juta ton lainnya mengandalkan kedelai impor.Titiek pun meminta agar pemerintah memasukkan kedelai dalam komoditas pertanian strategis.“Kita bangsa pemakan tahu tempe, mestinya kedelai itu harus jadi prioritas. Kebutuhan kedelai 2,9 juta ton per tahun, produksi kita cuma 350.000 ton, impor kita 2,6 juta ton Pak, banyak sekali,” ujar titiek.Baca juga: Harga Relatif Stabil, Perajin Tahu Tempe Lampung Masih Andalkan Kedelai ImporPutri Presiden RI Ke-2 Soeharto itupun menyinggung Amran pernah mencetuskan program Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai (Upsus Pajale).Ia meminta agar program itu kembali dihidupkan agar konsumsi kedelai Tanah Air tidak bergantung pada impor.“Supaya ke depan jangan impor 2,6 juta itu, malu itu kita makan tempe moso setiap tahun impor segitu,” ujar Titiek.
(prf/ega)
Titiek Soeharto Minta Swasembada Kedelai, Malu Tiap Tahun Impor 2,6 Juta Ton
2026-01-12 06:33:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:10
| 2026-01-12 05:02
| 2026-01-12 04:59










































