PURWOKERTO, - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir meminta masyarakat menghentikan perdebatan soal status kebencanaan yang melanda Sumatera dan daerah lainnya.Haedar mengajak seluruh elemen masyarakat lebih baik untuk fokus membantu para korban. Pasalnya, saat ini masih diselimuti suasana duka akibat bencana."Maka Muhammadiyah tanpa mempersoalkan status kebencanaan, karena tiada akhir untuk berdebat," kata Haedar di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin ."Lebih baik kita seluruh kekuatan bangsa bersama pemerintah menyelesaikan penanggulangan darurat bencana," lanjut Haedar.Baca juga: Teddy Sebut Prabowo Kirim Helikopter Pribadi ke Aceh Sejak Pekan Pertama Bencana Menurut Haedar, apabila seluruh elemen bangsa bersatu, proses pemulihan pascabencana akan segera memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.Proses tersebut membutuhkan waktu yang panjang."Saya yakin kalau kita bersama akan segera masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi yang itu juga panjang. Hal-hal lain yang menyangkut kajian-kajian tentang ekosistem bisa dilakukan setelah ini dalam kajian yang objektif dan ilmiah untuk kebijakan ke depan," ujar Haedar.Haedar menyampaikan, Muhammadiyah telah terlibat langsung dalam penanganan bencana sejak hari pertama banjir terjadi di Sumatera.Selain menyalurkan bantuan kemanusiaan, Muhammadiyah juga terus menggalang dana guna mendukung pemulihan hingga tahap rekonstruksi."Muhammadiyah sejak hari pertama terus menjalankan program-program kemanusiaan dan melakukan pengumpulan dana agar bantuan dapat berlanjut sampai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi," kata Haedar.Baca juga: TNI Kerahkan 89 Alutsista untuk Tangani Bencana Banjir SumateraHaedar menambahkan, Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi berbagai bencana besar.Seperti tsunami Aceh, gempa Yogyakarta, gempa Sumatera Barat, hingga gempa Sulawesi Tengah.Pengalaman tersebut, menurut Haedar, menjadi modal penting untuk memperkuat solidaritas nasional."Kita punya pengalaman menghadapi bencana besar. Energi kolektif bangsa ini harus terus dimanfaatkan," ujar Haedar.
(prf/ega)
Ketum Muhammadiyah: Setop Perdebatkan Status Kebencanaan
2026-01-11 04:06:44
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:58
| 2026-01-11 03:47
| 2026-01-11 03:29
| 2026-01-11 02:42










































