- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bertemu Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi untuk membahas berbagai persiapan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).Pembahasan tersebut mencakup aspek transportasi, keselamatan, cuaca ekstrem, serta pengendalian inflasi. Adapun pertemuan kedua menteri berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Jumat .Tito menjelaskan bahwa periode Nataru identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Selain untuk menghadiri perayaan, banyak warga juga memanfaatkan momen tersebut untuk berlibur.“Sehingga, destinasi utamanya selain pulang kampung ya liburan ke daerah-daerah tempat liburan,” ujar Tito dalam keterangan resminya, Jumat.Baca juga: Kisah Kopi Kiniko, Rintisan Pensiunan Pegawai Bank yang Pulang KampungKondisi tersebut perlu disikapi dengan melakukan berbagai persiapan agar mobilitas masyarakat berjalan lancar.Tito menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah (pemda), dan aparat keamanan untuk mengantisipasi kerawanan di pusat-pusat keramaian, destinasi wisata, dan jalur transportasi utama.Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga inflasi menjelang Nataru. Pasalnya, selama periode ini, tingkat konsumsi masyarakat diperkirakan turut meningkat.Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memastikan stok dan harga komoditas pangan tetap terkendali.Baca juga: Mendagri Imbau Pemda Kendalikan Harga Komoditas Pangan Penyumbang Utama InflasiDalam kesempatan tersebut, Tito menegaskan bahwa pengendalian tarif transportasi udara juga dibutuhkan di tengah mobilitas masyarakat yang meningkat selama momen Nataru. Jangan sampai tarif transportasi yang tak terkendali memengaruhi inflasi.“Pada Desember tahun lalu (2024), itu juga sempat turun (inflasinya) bagus karena kebijakan Pak Dudy menurunkan tarif angkutan,” ungkap Tito.Sementara itu, Menhub Dudy Purwagandhi mengungkapkan berbagai langkah persiapan di sektor transportasi, khususnya pada jalur penyeberangan, perkeretaapian, dan pelayaran di daerah-daerah rawan.Ia mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema antisipasi lonjakan pergerakan masyarakat serta penguatan keselamatan transportasi.Baca juga: Anggaran Kemenhub Naik, Keselamatan Transportasi Harus Jadi PrioritasSelain itu, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap angkutan laut di daerah dengan volume penumpang tinggi selama Nataru.Dudy menekankan bahwa pada periode Nataru, penumpang sering memaksakan diri untuk naik meski melebihi kapasitas, sehingga perlu diwaspadai.Ia memastikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menambah distribusi pelampung serta mengingatkan operator kapal untuk menjaga keselamatan di tengah potensi cuaca ekstrem.“Nah, ini yang kami ingatkan kembali. Kita juga membagikan life vest tambahan di sana, Pak. Salah satu concern itu adalah cuaca,” jelas Dudy.Baca juga: BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Landa Sejumlah Daerah Sepekan ke Depan
(prf/ega)
Jelang Nataru 2025/2026, Mendagri dan Menhub Bahas Pengamanan hingga Pengendalian Inflasi
2026-01-12 01:56:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:36
| 2026-01-12 02:23
| 2026-01-12 01:31
| 2026-01-12 01:19
| 2026-01-12 00:32










































