WASHINGTON DC, - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkap siapa pelaku penembakan di dekat Gedung Putih yang melukai dua personel Garda Nasional.Dalam pernyataan video singkat pada Rabu , Trump mengatakan bahwa pelakunya adalah pria Afghanistan yang tiba di AS pada 2021 dalam penerbangan evakuasi saat Taliban mengambil alih kekuasaan."Ini tindakan kejahatan terhadap seluruh bangsa kita," ujar Trump, dikutip dari kantor berita AFP, seraya menyebut peristiwa ini adalah aksi teror.Baca juga: Penembakan di Dekat Gedung Putih, Pelaku Ditahan, 2 Pasukan Garda Nasional AS KritisTrump menambahkan, serangan ini bukti bahwa proses imigrasi saat pemerintahan sebelumnya harus ditinjau ulang.“Kita sekarang harus memeriksa ulang setiap orang asing yang telah memasuki negara kita dari Afghanistan di bawah pemerintahan Joe Biden,” katanya.Presiden ke-47 AS itu lalu mengusulkan pengusiran terhadap warga negara asing yang dianggap tidak berkontribusi atau tak mencintai Amerika.“Kalau mereka tidak bisa mencintai negara kita, kita tidak menginginkan mereka,” tegas Trump.AFP/BRENDAN SMIALOWSKI Seorang polisi mengamankan area saat aparat penegak hukum mengunjungi lokasi penembakan dekat Gedung Putih di pusat kota Washington DC, Amerika Serikat, 26 November 2025. Penembakan ini membuat dua personel Garda Nasional kritis.Penembakan terjadi pada siang bolong di kawasan padat Washington DC, hanya dua blok dari Gedung Putih, tepat di dekat stasiun metro.Menurut Direktur FBI Kash Patel, dua anggota Garda Nasional mengalami luka serius dan kini dalam kondisi kritis.Trump juga menyebut tersangka terluka parah, dan menyatakan bahwa pelaku akan menanggung akibat yang besar.Asisten Kepala Kepolisian Washington, Jeffery Carroll, menjelaskan bahwa serangan tersebut dilakukan tiba-tiba.“Pelaku datang dari sudut jalan, mengangkat senjatanya, dan langsung menembak ke arah anggota Garda Nasional,” katanya.Baca juga: Kawasan Pemerintahan AS Lockdown Usai Penembakan Dekat Gedung PutihSaksi mata menggambarkan suasana saat itu panik.“Kami sedang menunggu di lampu merah, lalu terdengar beberapa tembakan,” ujar Angela Perry (42), warga yang berada di lokasi bersama kedua anaknya.“Kami melihat Garda Nasional berlari ke arah metro sambil mengangkat senjata,” tambahnya.
(prf/ega)
Penembak Garda Nasional Gedung Putih Terungkap, Pria Afghanistan yang Dievakuasi AS
2026-01-12 05:12:38
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:20
| 2026-01-12 05:08
| 2026-01-12 04:01
| 2026-01-12 03:57
| 2026-01-12 02:50










































