AirNav Pastikan Erupsi Semeru Tak Ganggu Penerbangan

2026-01-11 15:23:15
AirNav Pastikan Erupsi Semeru Tak Ganggu Penerbangan
JAKARTA, - AirNav Indonesia memastikan erupsi Gunung Semeru tidak mengganggu operasional penerbangan di wilayah sekitarnya. Seluruh rute berjalan normal dan tidak ada bandara yang ditutup.EVP Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, menyampaikan Semeru berstatus level IV (awas) dan mengeluarkan abu vulkanik di dua ketinggian. Meski begitu, bandara di sekitar kawasan tetap beroperasi tanpa gangguan.“Sampai informasi ini kami terbitkan, situasinya belum pada kondisi yang memaksa untuk dilakukannya penutupan ruang udara karena ancaman awan abu vulkanik,” ujar Hermana, Kamis .Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, Jalur Pendakian Ditutup dan Pendaki Diminta TurunIa menegaskan operasional di Malang, Banyuwangi, Surabaya, dan Yogyakarta berjalan normal. Tidak ada penutupan bandara atau pembatalan penerbangan.AirNav tetap melakukan pemantauan ketat terhadap rute dan bandara yang berpotensi terdampak. Informasi pembaruan disampaikan melalui ASHTAM, pemberitahuan mengenai erupsi dan sebaran abu vulkanik yang bisa memengaruhi penerbangan.AirNav telah mengeluarkan ASHTAM nomor VAWR6038 pada pukul 09.00 WIB. Laporan itu menyebut Semeru berada pada status “Red Code”, yang menandakan letusan signifikan dan potensi gangguan terhadap jalur udara.Abu vulkanik terpantau di dua ketinggian. Pada level rendah, sebaran abu berada dari permukaan hingga FL150 atau sekitar 4.500 meter dan bergerak ke tenggara dengan kecepatan angin lima knot.Pada level tinggi, abu berada hingga FL450 atau sekitar 13.500 meter dan bergerak ke barat daya dengan kecepatan 15 knot.Baca juga: 200 Rumah Warga Terdampak Erupsi Semeru, 21 Rusak ParahAirNav mencatat abu pada level tinggi semakin sulit diamati karena tertutup awan. Model pergerakan menunjukkan abu berpotensi melemah dalam beberapa jam. Sebaran abu pada level rendah masih terpantau jelas dan bergerak ke tenggara.“Trennya saat ini, sebaran abu vulkanik semakin bergerak menjauh dari bandara-bandara sekitar dan rute penerbangan yang berpotensi terdampak,” kata Hermana.AirNav juga menghimpun hasil paper test dari Angkasa Pura Indonesia dan Kantor Otoritas Bandara pada beberapa bandara terdekat, seperti Abdurrahman Saleh Malang, YIA, Adisutjipto Yogyakarta, dan Adi Soemarmo Solo. Semua hasilnya negatif.


(prf/ega)