AFTECH Gelar Mandiri BFN Fest 2025 pada 10-11 Desember

2026-01-12 06:55:04
AFTECH Gelar Mandiri BFN Fest 2025 pada 10-11 Desember
JAKARTA, - Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) kembali menggelar perhelatan terbesar bagi ekosistem layanan keuangan digital, Mandiri BFN Fest 2025, yang menjadi puncak dari Bulan Fintech Nasional (BFN).Acara tahunan yang telah berlangsung selama empat tahun ini akan digelar pada 10–11 Desember 2025 di The Kasablanka Hall, Jakarta.Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa BFN Fest 2025 merupakan momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekosistem fintech secara berkelanjutan. Ia menambahkan, acara ini bukan sekadar sesi diskusi, melainkan sebuah “ruang kolaborasi nasional” bagi seluruh pemangku kepentingan.Baca juga: Sinergi Bank dan Fintech Jadi Kunci Tingkatkan Rasio Kredit Nasional“Selama sebulan penuh kita berbicara tentang masa depan fintech Indonesia, dan Mandiri BFN Fest adalah panggung utamanya. Di sini, masyarakat bisa melihat, mencoba, dan merasakan langsung bagaimana inovasi digital bekerja untuk hidup mereka,” ujar Pandu dalam keterangannya, dikutip Senin .Dengan tema “From Clicks to Crops, From Code to Concrete: Realizing Inclusive Growth through Trusted Digital Finance Innovation,” Mandiri BFN Fest 2025 menghadirkan lebih dari 100 narasumber dari regulator, perusahaan teknologi, lembaga multilateral, serta investor nasional dan internasional.Panel utama menghadirkan kolaborasi berbagai institusi penting, seperti Bank Indonesia, OJK, Bappenas, dan ADB. Ada pula sesi khusus mengenai Cross-Border QR & Interoperability bersama Paynet Malaysia, NETS Singapore, serta perbankan nasional.Selain konferensi, pengunjung dapat berkenalan dengan berbagai layanan ekosistem keuangan digital lewat 45 booth perusahaan fintech dan ekosistem layanan keuangan digital, mulai dari: layanan perbankan berbasis teknologi digital, solusi pembayaran digital, pembiayaan digital, pinjaman daring, investasi digital, pedagang aset keuangan digital, pemeringkat kredit alternatif, penyelenggara agregasi jasa keuangan, penyelenggara tanda tangan elektronik dan identitas digital, penyedia cloud, hingga berbagai inovasi layanan berbasis AI.Melalui kolaborasi dengan BI dan OJK, Mandiri BFN Fest juga menghadirkan booth layanan publik yang memungkinkan pengunjung mengecek Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) atau skor kredit mereka, sekaligus mendapatkan informasi praktis terkait perlindungan konsumen digital agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan fintech secara aman, optimal, guna menciptakan kesejahteraan keuangan yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.Pandu Sjahrir menegaskan bahwa acara ini merupakan puncak perayaan satu bulan penuh edukasi fintech, mulai dari Hari Fintech Nasional 11 November hingga Harbolnas 12 Desember.“Dengan kampanye #FintechAmanTerpercaya kami berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, investor dan seluruh pemangku kepentingan… Saya mengajak semua Sobat Fintech dan dunia usaha untuk hadir dan ramaikan acara ini,” tutup Pandu.Cara Registrasi Mandiri BFN Fest 2025Mandiri BFN Fest 2025 dibuka gratis untuk masyarakat umum serta pelaku usaha, dari UMKM hingga korporasi lintas sektor.Pendaftaran dapat dilakukan melalui Aplikasi BFN Mobile di App Store dan Google Play Store dan situs resmi bulanfintechnasional.comBaca juga: Adopsi Fintech Masih Terpusat di Jawa, AFTECH Dorong Pemerataan Literasi Lewat INFINITY


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-12 05:55