– Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) dan Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi melalui program Kosabangsa untuk memperkuat ketangguhan bencana dan produktivitas ekonomi masyarakat di Negeri Waai, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.Dalam kolaborasi itu, UKIM dan UI menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penerapan Iptek untuk Mewujudkan Desa Pesisir Tangguh Bencana yang Mandiri dan Produktif” selama lebih dari satu bulan, mulai Kamis hingga Senin .Kegiatan tersebut bertujuan menjembatani hasil riset dan inovasi perguruan tinggi agar dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.Pada 2025, UKIM berkolaborasi dengan UI untuk memperkuat ketangguhan bencana serta meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat pesisir di Waai, Maluku Tengah.Negeri Waai dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan wilayah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi.Daerah tersebut tercatat sebagai salah satu wilayah terparah yang terdampak gempa bumi pada 2019 yang menimbulkan korban jiwa serta kerugian harta benda.Ketua Pelaksana Program Kosabangsa Joanna Cristy Patty mengatakan, berdasarkan kajian risiko dan hasil asesmen yang dilakukan, upaya mitigasi bencana di Negeri Waai masih sangat terbatas.“Padahal, dampak bencana tidak hanya pada keselamatan jiwa, tetapi juga pada perekonomian masyarakat tani,” ujar Joanna dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin .Dok. UKIM Pelatihan pengolahan produk bernilai tambah bagi masyarakat di Maluku Tengah. (Dok. UKIM)Dalam pelaksanaannya, program Kosabangsa melibatkan dua mitra utama di tingkat desa, yakni Kelompok Tani Pala Waiselaka dan Kelompok Pemuda Kalesang Negeri Waai.Kedua kelompok tersebut mendapatkan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan peran masing-masing.Pada Kelompok Tani Pala Waiselaka yang beranggotakan 20 orang, diberikan pelatihan pengolahan daun dan buah pala menjadi produk bernilai tambah melalui anggota tim pendamping Kosabangsa, Agustino.Dok. UKIM Produk hasil pelatihan berupa minyak pala, sabun, hand sanitizer, serta teh pala berbahan baku lokal pala. Kegiatan meliputi pelatihan penggunaan alat destilasi minyak asiri berkapasitas 200 kilogram (kg), pembuatan minyak pala, sabun, hand sanitizer, serta teh pala berbahan baku lokal pala.Selain pengolahan produk, tim pelaksana kelompok tani juga dibekali pelatihan branding, pelabelan produk, dan strategi pemasaran digital. Pelatihan dilakukan secara praktik langsung, mulai dari pengoperasian alat destilasi hingga proses produksi dan pengemasan.Kelompok Tani Pala Waiselaka diharapkan mampu memproduksi secara mandiri dan meningkatkan nilai jual produk pala, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.Sementara itu, Kelompok Pemuda Kalesang Negeri Waai difokuskan pada penguatan kapasitas mitigasi bencana.Rangkaian kegiatan meliputi penanaman 200 bibit mangrove, pemasangan alat pendeteksi gempa bumi earthquake warning alert system (EWAS), pemasangan jalur evakuasi dan titik kumpul, pengadaan emergency kit, serta pelatihan bantuan hidup dasar dan simulasi kebencanaan berbasis virtual reality.Pelatihan mitigasi bencana diikuti oleh 20 pemuda dan difasilitasi langsung oleh tim pelaksana UKIM dan UI.Dok. UKIM Pemasangan alat pendeteksi gempa bumi earthquake warning alert system (EWAS). Ketua Tim Pendamping Supriyanto memimpin penerapan dan pelatihan penggunaan alat EWAS. Sementara itu, pemasangan sarana evakuasi dilakukan secara gotong royong oleh pemuda, mahasiswa, dan tim pelaksana UKIM.Kolaborasi antara kelompok tani dan kelompok pemuda tersebut mencerminkan sinergi lintas sektor di tingkat desa dalam menghadapi tantangan kebencanaan serta mendorong penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.Kegiatan puncak program ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Aset kepada Kelompok Tani Pala Waiselaka berupa peralatan produksi dan pengemasan produk pala.Pada kesempatan sama, Kelompok Kalesang Negeri Waai juga menerima aset berupa emergency kit dan VR Box.Dok. UKIM Pelatihan bantuan hidup dasar dan simulasi kebencanaan berbasis virtual reality. Kelompok Kalesang dan Kelompok Tani Pala Waiselaka mengapresiasi Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) serta tim Kosabangsa dari UKIM dan UI.Program tersebut dinilai mampu mengembangkan potensi lokal berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana masyarakat serta memperkuat ekonomi warga Negeri Waai.
(prf/ega)
Lewat Program Kosabangsa, UKIM dan UI Perkuat Ketangguhan Bencana Masyarakat Pesisir Negeri Waai Maluku Tengah
2026-01-12 17:11:41
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 16:44
| 2026-01-12 16:29
| 2026-01-12 15:41
| 2026-01-12 15:14
| 2026-01-12 14:48










































