Mobil Hybrid Terendam Banjir: Mahal, Berisiko, dan Sulit Diperbaiki

2026-01-11 23:22:52
Mobil Hybrid Terendam Banjir: Mahal, Berisiko, dan Sulit Diperbaiki
JAKARTA, - Biaya perbaikan mobil hybrid yang terendam banjir sempat menarik perhatian publik karena nilainya yang fantastis, bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah.Kondisi ini membuat pemilik kendaraan elektrifikasi dihadapkan pada pilihan sulit: apakah kendaraannya masih layak diperbaiki atau justru lebih rasional untuk dilepas.Lung Lung, pemilik bengkel spesialis kendaraan elektrifikasi Dokter Mobil dan Domo Hybrid, mengungkapkan bahwa mobil yang terendam banjir dalam jangka waktu lama berpotensi mengalami kerusakan serius, sama seperti kendaraan konvensional.Baca juga: Taksi Listrik Hadir Dukung Konektivitas Stasiun Whoosh HalimNamun, risiko tersebut dinilai jauh lebih besar pada mobil hybrid karena melibatkan lebih banyak komponen elektrikal."Mobil konvensional saja jika terendam air dalam jumlah besar sudah sangat merepotkan. Kami pernah menangani beberapa kasus, dan biaya perbaikannya tergolong sangat tinggi," kata Lung Lung kepada Kompas.com pada Senin .Ia melanjutkan, pada mobil hybrid, komponen yang paling rentan rusak akibat banjir adalah motor generator dan inverter. Oto Journey 2024 - Toyota Yaris dan Innova Zenix HybridJika kendaraan terendam air selama berhari-hari, korsleting hampir tidak dapat dihindari."Jika mobil hybrid terendam air dalam waktu lama, motor generator hampir pasti mengalami korsleting. Selain itu, inverter juga menjadi salah satu komponen dengan risiko kerusakan paling mahal," ujarnya.Lung Lung menambahkan, kerusakan pada sistem transmisi hybrid atau transaxle kerap berujung pada penggantian satu paket komponen.Kondisi ini membuat biaya perbaikan melonjak signifikan dan sulit ditekan."Pada sistem transaxle, penggantiannya biasanya harus dilakukan secara keseluruhan. Motor generator, transmisi, hingga inverter diganti sekaligus. Inilah yang membuat biaya perbaikan bisa mendekati Rp 300 juta," kata Lung Lung.Dalam situasi tersebut, upaya memperbaiki komponen elektronik yang telah terendam banjir dalam waktu lama dinilai tidak efektif.Baca juga: VinFast Siap Luncurkan MPV Listrik 7-Penumpang Rakitan LokalDok. Wuling Motors Wuling Almaz Hybrid dan Wuling Alvez di GJAW 2024Ia berpendapat perbaikan modul elektronik hampir tidak memiliki tingkat keberhasilan yang memadai."Untuk komponen elektronik, kemungkinan perbaikannya sangat kecil. Jika sudah terendam berhari-hari, secara teknis hampir tidak bisa diselamatkan dan justru berpotensi menjadi pemborosan biaya," ujarnya.Dengan biaya perbaikan yang berpotensi tidak sebanding dengan nilai kendaraan, Lung Lung menilai banyak pemilik akhirnya memilih mencari suku cadang bekas atau menjual kendaraan dalam kondisi rusak.Ia juga mengingatkan pentingnya perlindungan asuransi bagi pemilik mobil hybrid maupun kendaraan listrik."Bagi pemilik mobil hybrid dan kendaraan listrik, asuransi menjadi sangat penting. Sebab, jika kendaraan terendam banjir, nilai kerusakan yang ditimbulkan bisa sangat besar," kata Lung Lung.


(prf/ega)