- Rumah gadang merupakan rumah adat masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat, yang mudah dikenali dari bentuk atapnya yang menjulang dan runcing di bagian ujung.Atap yang tampak lancip dan melengkung ke atas ini bukan sekadar elemen estetika, melainkan sarat makna filosofis, budaya, hingga pertimbangan lingkungan.Bentuk atap rumah gadang yang runcing diyakini terinspirasi dari tanduk kerbau. Hal ini berkaitan erat dengan legenda kemenangan masyarakat Minangkabau dalam adu kerbau melawan kerajaan lain, yang kemudian melahirkan nama "Minangkabau".Mengutip buku "Keajaiban Arsitektur Rumah Gadang" yang ditulis Chandra Okta Fiandi, atap rumah gadang tidak hanya merupakan sebuah gaya estetika belaka, melainkan juga mengadopsi konsep-konsep fisika agar makin memperbesar keseimbangan bangunan rumah gadang.Baca juga: Paguyuban Minang Babel Sertifikatkan Rumah Gadang dan MushalaAtapnya terbuat dari ijuk yang meruncing ke atas dan sangat lancip. Ini bertujuan agar atap lebih ringan, dan permukaan meruncing, akan mudah membelokkan aliran air pada saat hujan deras agar tidak sempat merembes ke dalam rumah.Apabila didesain agak tumpul, dengan memperbesar sudut, maka sebelum air dapat dibelokkan mencapai ujung atap, air sudah merembes ke dalam rumah karena susunan ijuk jelas memiliki pori-pori.Selain itu, bentuk atap yang tinggi membantu sirkulasi udara di dalam rumah. Ruang di bawah atap berfungsi sebagai penyangga panas, sehingga suhu di dalam rumah gadang tetap sejuk meski cuaca panas.Secara tradisional, atap rumah gadang dibuat dari ijuk atau daun rumbia. Material ini ringan namun kuat, sehingga memungkinkan pembentukan atap yang tinggi dan runcing tanpa membebani struktur bangunan.Baca juga: Mana Lebih Awet Jalan Cor Beton Vs Aspal? Ini Kata Dosen Teknik Sipil
(prf/ega)
Mengapa Atap Rumah Gadang Minangkabau Dibuat Lancip?
2026-01-11 15:21:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:13
| 2026-01-11 14:20
| 2026-01-11 13:24
| 2026-01-11 13:21
| 2026-01-11 12:47










































