- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih mendeteksi keberadaan sejumlah bibit serta siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia pada Selasa .Per Selasa, BMKG mencatat adanya satu siklon tropis dan dua bibit siklon yang aktif di sekitar kawasan Indonesia, yakni Siklon Tropis Bakung, Bibit Siklon 93S, dan Bibit Siklon 95S.Ketiga sistem ini berada di wilayah perairan yang relatif dekat dengan Indonesia dan terus dipantau perkembangannya dari waktu ke waktu.Munculnya lebih dari satu sistem siklonal secara bersamaan menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai potensi dampak yang ditimbulkan.Lantas, dari ketiga sistem tersebut, manakah yang paling berpeluang memberikan dampak signifikan terhadap cuaca dan kondisi kelautan di wilayah Indonesia?Baca juga: Siklon Tropis Giliran Ancam Bali–Nusa Tenggara, Perlu Diantisipasi sejak DiniDirektur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan, Siklon Tropis Bakung merupakan perkembangan dari Bibit Siklon Tropis 91S yang mulai tumbuh sejak 7 Desember 2025 di Samudra Hindia barat daya Lampung.“Bibit siklon tersebut mencapai intensitas siklon tropis pada 12 Desember 2025 pukul 19.00 WIB,” ujarnya kepada Kompas.com, Selasa.Berdasarkan analisis BMKG per Selasa pukul 07.00 WIB, Siklon Tropis Bakung terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Lampung, di koordinat 10,9 derajat LS dan 93,1 derajat BT, atau sekitar 1.280 kilometer barat daya Bengkulu.Sistem ini bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan sekitar 4 knot (8 km/jam) dan memiliki kecepatan angin maksimum 40 knot (75 km/jam), serta tekanan minimum 995 hPa.“Saat ini, Siklon Tropis Bakung masih berada pada kategori 1,” kata Andri.BMKG memprakirakan kecepatan angin maksimum siklon ini akan melemah dalam 24 jam ke depan dan menurun ke kategori Low, dengan pergerakan tetap ke arah timur laut.Sebagai informasi, kategori Low merupakan tingkat terendah dalam klasifikasi siklon tropis, dengan kecepatan angin 15–34 knot (28–62 km/jam).Baca juga: BMKG Deteksi Siklon Tropis Bakung dan 2 Bibit Siklon di Indonesia, Ini Daftar Wilayah TerdampakSementara itu, Bibit Siklon Tropis 93S mulai teridentifikasi pada 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB di Samudra Hindia selatan Bali hingga Nusa Tenggara Barat.Per Senin pukul 07.00 WIB, kata Andri, pusat sirkulasi sistem ini berada di sekitar 12,8 derajat LS dan 113,5 derajat BT.Kecepatan angin maksimum di sekitar sistem terpantau mencapai 15 knot (28 km/jam), terutama di wilayah utara sistem, dengan tekanan minimum sekitar 1.005 hPa.
(prf/ega)
BMKG Deteksi Siklon Tropis Bakung dan 2 Bibit Siklon, Ini Wilayah Potensi Terdampak dari Sumatera hingga Papua
2026-01-11 22:58:22
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:43
| 2026-01-11 22:22
| 2026-01-11 22:10
| 2026-01-11 21:40
| 2026-01-11 20:57










































