Asosiasi: Klaim Asuransi Bencana Sumatera Capai Ratusan Miliar Rupiah

2026-01-12 12:33:55
Asosiasi: Klaim Asuransi Bencana Sumatera Capai Ratusan Miliar Rupiah
JAKARTA, - Industri asuransi Tanah Air baik asuransi jiwa maupun umum menghitung estimasi klaim dari bencana ekologis yang menimpa wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai miliaran rupiah. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan, nilai total estimasi sementara nilai klaim asuransi properti dan kendaraan dari bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai Rp 567,02 miliar.Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengungkapkan, angka tersebut didapatkan berdasarkan laporan sementara dari 39 perusahaan asuransi anggota AAUI dengan estimasi klaim asuransi properti senilai Rp 492,52 miliar.Baca juga: OJK Ungkap Potensi Klaim Asuransi Akibat Banjir Sumatera Nyaris Rp 1 TriliunSHUTTERSTOCK/PASUWAN Ilustrasi asuransi.Sementara itu, estimasi klaim asuransi kendaraan bermotor mencapai Rp 74,49 miliar."Angka ini bersifat dinamis dan masih berpotensi berkembang seiring berjalannya proses pelaporan dan survei lapangan," kata dia.Ia menambahkan, sampai saat ini juga terdapat beberapa wilayah yang masih sulit dijangkau, seperti di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat."Sehingga menyulitkan pihak loss adjuster atau penilai kerugian untuk mencapai titik-titik spot di mana objek asuransi tersebut berada," imbuh dia.Baca juga: Korban Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar Dapat Relaksasi Kredit 3 Tahun, Klaim Asuransi DipermudahPemerintah telah menyiapkan anggaran senilai Rp 51 triliun untuk rehabilitasi untuk pemulihan bencana bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Sementara itu, estimasi klaim asuransi saat ini berada di kisaran Rp 560 miliar."Kondisi ini menunjukkan bahwa besar risiko bencana masih belum terlindungi oleh asuransi, sehingga menjadi tantangan bersama ke depannya untuk meningkatkan literasi, inklusi, dan penetrasi asuransi bencana di masa yang akan datang," ungkap Budi.


(prf/ega)