SURABAYA, - Satu dekade usai penutupan lokalisasi Dolly, kini sepanjang gang di Jalan Kupang Gunung Timur Gang 7, Putat Jaya, Sawahan, Surabaya terdapat banyak sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang dikelola warga setempat dan pendatang.Gang permukiman berjarak hampir satu kilometer dengan lebar badan jalan sekitar enam meter tersebut, terdapat sejumlah tempat usaha dan objek vital bangunan pendidikan.Mulai dari toko kelontong, bengkel, pangkas rambut, warung kopi (warkop), warung makan, sekolahan anak berkebutuhan khusus dan taman kanak-kanak atau pendidikan usia dini.Namun, beberapa bangunan di sana terpasang papan besi yang bertuliskan informasi mengenai kepemilikan bangunan tersebut sudah diambil alih oleh Pemkot Surabaya.Baca juga: PSK di Bawah Umur Ditangkap di Eks Dolly Surabaya, Sudah Mendapat PendampinganSalah satu papan besi bercat putih tersebut berdiri di dekat dinding sisi depan kaca etalase pabrik pembuatan sandal hotel sentra UMKM alas kaki dan selimut hotel, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mampu Jaya.Dulunya, bangunan tersebut merupakan wisma lokalisasi terbesar bernama New Barbara.Kemudian, ada juga papan petanda kepemilikan Pemkot Surabaya, tampak berdiri di depan teras bangunan dua lantai berdinding bercat biru muda.Ternyata, bangunan itu difungsikan sebagai Pos PAUD Terpadu dan Kelompok Belajar (KB) Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Nusantara Kita.Lokasi tempat pendidikan ABK itu, berada tepat di seberang pintu gerbang gang kecil berlokasi Jalan Putat Jaya C Timur Gang V, RT 06, RW 12.Selanjutnya, ada bangunan lain yang dipasangi papan petanda kepemilikan Pemkot Surabaya. Lokasinya, berada di bagian tengah gang tersebut.Bangunan lantai dua bekas wisma berukuran sekitar 5 m x 8 m itu, tampak tak berpenghuni.Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Wisata Dolly, Budhi Christiadi mengatakan bangunan tersebut masih kosong sejak kompleks prostitusi Dolly ditutup.Kabarnya bangunan tersebut bakal dimanfaatkan sebagai museum. Namun, kapan proses pembangunannya, ia tak mengetahuinya sama sekali."Gedung yang kosong dan sudah dikuasai pemkot, ada informasi buat museum. Saya juga bingung," ujar pria yang berprofesi sebagai guru olahraga di sekolah swasta kawasan Surabaya Timur itu, saat ditemui di sela jeda istirahat mengajar, pada Kamis .Baca juga: Pengakuan PSK di Bawah Umur di Eks Lokalisasi Dolly Surabaya: Terpaksa untuk Penuhi KebutuhanSelanjutnya, tak jauh dari bangunan kosong tersebut, tepat di seberangnya, terdapat Pasar Burung, yang dulunya merupakan bangunan Wisma Barbara.Bangunannya terdiri tiga area. Area pertama, letaknya berada di depan atau berbatasan langsung dengan teras yang menjadi area parkir motor dan mobil.Di area tersebut, terdapat delapan ruangan toko yang masing-masing berukuran luas 4 m x 3 m. Letaknya pada masing-masing kedua sisi; kanan dan kiri, empat toko.Area yang berukuran sekitar 15 m x 5 m itu, tampak teduh karena penutup bagian atapnya menggunakan atap asbes yang disusun dengan rangka besi hitam berpola segitiga berukuran besar.Nah, pada bagian tengah lorong toko di area tersebut, difungsikan sebagai akses masuk menuju area kedua yakni sisi dalam bangunan Pasar Burung.
(prf/ega)
1 Dekade Penutupan Lokalisasi, Ini Kondisi Terkini Kampung Gang Dolly Surabaya
2026-01-12 05:58:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:01
| 2026-01-12 05:37
| 2026-01-12 05:30
| 2026-01-12 04:35
| 2026-01-12 03:49










































