Kisah Yeti Tinggalkan Karier demi Anak hingga Sukses Jadi Pengusaha dari Rumah

2026-01-12 13:32:58
Kisah Yeti Tinggalkan Karier demi Anak hingga Sukses Jadi Pengusaha dari Rumah
CIANJUR, – Saat banyak orang mengejar karier, Yeti Hernawati (48) justru memilih mundur.Dari meja kantor, ia kembali ke dapur rumah, tanpa pernah tahu bahwa langkah itu kelak membuka pintu kesuksesan baru yang bahkan tak pernah dibayangkan.Setelah enam tahun merantau di Jakarta, ibu rumah tangga asal Cianjur, Jawa Barat, ini memutuskan pulang ke kampung halaman.Ada satu alasan yang menuntunnya kembali: ia ingin merebut kembali waktu-waktu berharga bersama anak-anaknya, sekaligus menata hidup baru dan memulai usaha yang kini ditekuni.Baca juga: Solidaritas Ibu-ibu Dapur Umum Banjir Agam: Selagi Sehat, Kami Bantu SemuaPasang surut perjalanan telah dilalui, hingga akhirnya berbuah manis. Usaha kuliner berupa kukis yang ia bangun dengan nama Ghiez House kini dikenal luas.Tak hanya dipasarkan di Cianjur, produknya kini telah melanglang buana ke sejumlah kota di Indonesia hingga mancanegara, seperti Malaysia, Singapura, dan Arab Saudi.Selain itu, sosok Yeti pun semakin dikenal, terutama di kalangan pelaku UMKM. Ia kerap diundang sebagai pembicara dalam berbagai pelatihan dan seminar kewirausahaan.“Sejak resign dari pekerjaan, saya belajar bikin kue, ikut kursus-kursus juga. Sejak awal, saya fokus di kukis, saya coba-coba dengan bahan tauco dan jadilah ini, Tauco Cookies, produk pertama saya,” ujar Yeti saat berbincang dengan Kompas.com, Senin .Baca juga: Siska Nirmala: Kisah Sukses Toko Nol Sampah di BandungKOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Yeti Hernawati (48), pelaku UMKM asal Cianjur, Jawa Barat, memutuskan keluar dari pekerjaannya demi memberikan perhatian penuh bagi anak-anaknya, dan kini sukses dengan bisnis kukis rumahan dengan nama Tauco Cookies.Yeti merasa sejak memutuskan berwirausaha, ia memiliki lebih banyak waktu untuk anak-anaknya. Situasi seperti ini, dulu hampir mustahil ia rasakan ketika masih bekerja.“Saat bekerja di Jakarta, anak-anak waktu itu masih balita. Mereka seharusnya mendapatkan perhatian penuh. Tapi, karena bekerja dan tinggal di kota besar tanpa ada saudara, kadang dibawa ke tempat kerja. Jadi, saya memutuskan resign saja,” tutur Yeti mengenang momen itu.Yeti mengaku pernah diliputi rasa bersalah setiap kali mengingat masa itu.Betapa tidak, di saat buah hatinya berada pada fase pertumbuhan yang membutuhkan kehadiran seorang ibu secara utuh, ia justru banyak kehilangan momen-momen berharga itu karena tuntutan pekerjaan.Karena itu, setelah memutuskan berhenti dari pekerjaan dan merintis usaha sendiri, Yeti akhirnya dapat mencurahkan perhatian penuh untuk anak-anaknya, sembari tetap menjalankan usaha kulinernya.“Menjadi wirausaha membuat waktu saya jauh lebih fleksibel. Saya bisa tetap bekerja sambil mengurus anak. Saya merasa keputusan itu adalah yang paling tepat,” ucapnya.


(prf/ega)