Hasil Laboratorium, Anak Gajah Lela Mati Akibat Virus Mematikan

2026-01-11 23:18:53
Hasil Laboratorium, Anak Gajah Lela Mati Akibat Virus Mematikan
PEKANBARU, - Kematian anak gajah bernama Nurlaila alias Lela di Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga, Kabupaten Bengkalis, Riau, disebabkan oleh Virus Elephant Endotheliotropic Herpes Viruses (EEHV).Hal ini terungkap setelah dilakukan uji laboratorium terhadap sampel jaringan dan organ.Virus EEHV merupakan jenis virus herpes yang khusus menyerang gajah, terutama anak gajah. Penyakit ini dikenal sangat mematikan karena perkembangannya yang cepat dan sulit ditangani."Virus EEHV ini hanya menular antar gajah," kata Supartono dari LPG Sebanga, Senin .Baca juga: Anak Gajah Ditemukan Terluka Parah Akibat Jerat di Areal HTI Kawasan TNTN di RiauSebelumnya, Lela dilaporkan mati pada Sabtu subuh."Benar, anak gajah Lela mati di Pusat Konservasi Gajah Sebanga," ujar Supartono, membenarkan kabar duka tersebut.Lela adalah anak dari pasangan gajah betina Puja dan gajah jantan Sarma, lahir pada 6 April 2024, dan baru berusia 1 tahun 6 bulan.Pada 20 November 2025, Lela terpantau kurang aktif dari biasanya, meskipun nafsu makan dan minumnya masih baik."Berdasarkan informasi tersebut, kami menurunkan tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan," ujar Supartono.Baca juga: Sebelum Mati, Anak Gajah Lela Menjerit 2 KaliTim medis yang terdiri dari dokter hewan dan mahout menemukan bahwa suhu tubuh Lela normal.Mereka kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan, memberikan cairan infus dan obat, serta melakukan pemantauan setiap dua jam."Keesokannya, gajah Lela masih terpantau makan dan minum seperti biasa dan tetap minum air susu induknya, Puja," tambah Supartono.Untuk memastikan penyebab kematian Lela, tim dokter hewan BBKSDA Riau melakukan nekropsi untuk memeriksa perubahan yang terjadi pada organ-organ vital."Selain itu, tim medis melakukan pengambilan sampel jaringan yang selanjutnya akan diuji di laboratorium," jelas Supartono.Dengan kematian Lela, jumlah gajah di PLG Sebanga kini berkurang menjadi lima ekor, yang terdiri dari satu ekor jantan bernama Sarma dan empat betina bernama Puja, Sela, Rosa, dan Dora.


(prf/ega)