YOGYAKARTA, - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan Survei Penilaian Integritas (SPI) tahun 2025.Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapatkan skor 79,4. Namun, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X merasa kurang puas. Ia berpesan bahwa sikap antikorupsi adalah soal batin.Nilai itu diumumkan saat acara Hari Antikorupsi Dunia (Hakordia) yang digelar di Bangsal Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa .Menanggapi skor yang didapat, Sri Sultan Hamengku Buwono X, merasa tak puas dengan raihan skor 79,4.“Sebetulnya nilai tadi yang juga disampaikan Bapak Ketua, baik itu untuk KPK sendiri maupun Provinsi DIY juga meningkat makin baik, biarpun saya belum merasa puas dengan 79,4 gitu ya. Kenapa enggak bisa 80, kenapa enggak bisa 81, 82 atau 83? Misalnya gitu,” ujar Ngarsa Dalem.Baca juga: PM Timor Leste Xanana Gusmao ke Yogyakarta, Puji Sri Sultan Terlihat Lebih MudaSultan menilai, untuk menjadi pejabat, memiliki sikap antikorupsi berarti menyangkut integritas dari orang tersebut.Namun, Sri Sultan mengatakan, setiap manusia dalam perjalanan hidupnya sering menyimpang. Sehingga integritas lah yang dipertaruhkan.“Dari segala sesuatu hal yang menyangkut masalah-masalah terkait dengan pekerjaan dan kepentingan hidup ini, itu akan mewarnai dalam pola pikir, dalam rasa (perasaan) seseorang,” kata dia.Sultan menilai, memiliki sikap antikekerasan, antikorupsi, dan lainnya adalah soal batin.Sehingga, jika seseorang melakukan penyimpangan, pasti akan melalui pergolakan batin.Baca juga: Dari Rumah Sukeni, Kisah Ibu RT dan Kepala Desa Perempuan di Cirebon yang Menanam Nilai Antikorupsi“Sebetulnya itu perkelahian yang ada pada diri seseorang. Antara martabat tapi juga kepentingan, itu aja sebetulnya. Kelihatannya sederhana,” katanya.“Pertarungan-pertarungan yang ada pada dirinya itu sering tidak dimaintain dengan baik,” imbuhnya.Dampaknya, lanjut Sultan, orang yang tidak mampu memenangkan pergolakan itu cenderung melakukan hal-hal negatif.Ia mencontohkan, orang yang sudah berkecukupan namun masih menyalahgunakan wewenangnya.“Pikiran itu bisa, ya kan, tapi bisa berbohong. Tapi kalau rasa, enggak mungkin akan berbohong. Pengendalian rasa itu bagi saya sangat penting bagi seseorang di dalam berproses,” ujar dia.Baca juga: Sultan HB X Minta Data Mahasiswa Asal Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara ke Perguruan Tinggi
(prf/ega)
Skor SPI dari KPK Bikin Sri Sultan Kurang Puas, Pesannya: Antikorupsi Adalah Soal Batin
2026-01-11 23:33:04
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:51
| 2026-01-11 23:28
| 2026-01-11 22:25
| 2026-01-11 22:11
| 2026-01-11 21:28










































