SUMENEP, – Antrean panjang kendaraan yang membutuhkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terus terjadi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir.Kondisi tersebut terlihat dari kendaraan yang mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), tidak hanya di wilayah Kecamatan Kota Sumenep, tetapi juga mulai meluas ke kecamatan lain.Sejumlah wilayah seperti Kecamatan Manding, Ganding, dan Bluto terpantau mengalami antrean solar hingga ke badan jalan, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengatakan terdapat dua kendala utama yang menyebabkan antrean solar tersebut.“Sempat ada dua kendala yang kami temukna di lapangan,” kata Dadang kepada Kompas.com, Kamis .Baca juga: Sulit Dapat Solar Subsidi, Puluhan Nelayan Pamekasan Tak MelautKendala pertama, menurut Dadang, berkaitan dengan gangguan teknis pada sistem QR Code yang digunakan untuk pembelian solar bersubsidi.“Yang pertama, sistem QR Code sempat error sehingga proses pengisian BBM menjadi terhambat,” ujarnya.Kendala kedua, lanjut dia, adalah adanya penyesuaian atau modifikasi delivery order (DO) oleh sejumlah SPBU karena kuota solar di akhir tahun mulai menipis.“Biasanya ada SPBU yang melakukan DO sekitar 18 ribu liter, tapi agar bisa mencukupi sampai akhir tahun, mereka hanya mengambil sekitar 8 ribu liter,” jelas Dadang.Dadang menjelaskan, biosolar merupakan BBM bersubsidi sehingga penyalurannya harus sesuai dengan kuota dan peruntukan yang telah ditetapkan pemerintah.“Biosolar ini kan subsidi, jadi pendistribusiannya memang harus benar-benar sesuai peruntukan,” katanya.Baca juga: Video Viral Sopir Protes SPBU di Pamekasan yang Jual Puluhan Jeriken SolarIa menambahkan, Pertamina tidak dapat dengan mudah menambah kuota solar di setiap SPBU.“Berbeda dengan BBM non-subsidi. Untuk yang subsidi, Pertamina hanya bisa menyalurkan sesuai kuota yang sudah ditentukan,” ucapnya.Meski antrean terjadi di sejumlah SPBU, Dadang memastikan stok solar di terminal Pertamina dalam kondisi aman.“Stok solar di terminal Pertamina sebenarnya aman, hanya saja kuota di masing-masing SPBU terbatas sehingga terjadi antrean,” tuturnya.
(prf/ega)
Antrean Solar Mengular di Sumenep, Gangguan QR Code dan Kuota Akhir Tahun Jadi Penyebab
2026-01-12 02:46:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:38
| 2026-01-12 02:00
| 2026-01-12 01:58
| 2026-01-12 00:19
| 2026-01-12 00:10










































