Kisah Sebelum Guci Tegal Banjir: Pertanda Alam dari Batu Sungai Selamatkan Pengunjung

2026-01-12 05:53:41
Kisah Sebelum Guci Tegal Banjir: Pertanda Alam dari Batu Sungai Selamatkan Pengunjung
- Bencana banjir bandang di kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Sabtu , tak hanya menyisakan kerusakan.Di balik air bah dari hulu yang menerjang fasilitas wisata itu, tersimpan kisah penyelamatan di Pancuran 13.Kesigapan pengelola membaca tanda-tanda alam menjadi kunci. Jika terlambat sedikit saja, pengunjung yang tengah menikmati pemandian air panas bisa berada dalam bahaya.Baca juga: Fakta Banjir Bandang Guci Tegal yang Lenyapkan Kolam Pemandian Air PanasZami, salah satu pengelola Pancuran 13, menjadi saksi mata detik-detik Guci Tegal banjir.Ia mengingat betul, hujan mulai mengguyur kawasan Guci sekitar pukul 11.30 WIB dan kian deras menjelang sore hari, tepatnya sekitar pukul 14.30 WIB.Sejak hujan turun, perhatian Zami tertuju pada sebuah batu besar di tengah aliran sungai.Bagi warga setempat dan pengelola wisata, batu itu bukan sekadar bebatuan biasa, melainkan penanda alam yang kerap dijadikan acuan kewaspadaan.Ketika permukaan air mulai naik dan perlahan menutupi batu tersebut, Zami langsung menyadari ancaman serius sedang mendekat.Baca juga: Banjir di Wisata Air Panas Guci Tegal, Pancuran 13 LenyapIa memahami, kondisi itu menandakan debit Sungai Gung meningkat drastis dan arus deras berpotensi datang sewaktu-waktu.Tanpa menunggu lebih lama, Zami bersama karyawan lainnya segera bertindak. Mereka berteriak meminta seluruh pengunjung menghentikan aktivitas dan segera naik menjauh dari kolam pemandian menuju lokasi yang lebih aman.Keputusan cepat itu terbukti krusial. Tak lama setelah seluruh pengunjung berhasil dievakuasi, air berwarna keruh kecokelatan meluncur deras menerjang area pemandian.Fasilitas wisata Pancuran 13 yang selama ini dirawat dengan penuh perhatian hancur dalam sekejap. Jalur pipa penyalur air panas rusak, sebagian patah, sementara kolam pemandian lenyap tersapu arus banjir bandang.Melihat tempatnya bekerja berubah menjadi puing-puing, Zami tak kuasa menahan emosi."Setelah kejadian saya sempat merenung dan menangis melihat kondisi kerusakan yang sangat parah. Baru kali ini mengalami peristiwa sampai kondisi kolam pemandian hilang. Sementara Pancuran 13 Guci ditutup untuk umum," cerita Zami dengan suara bergetar.Baca juga: BERITA FOTO: Dampak Banjir Sumatera dan Potret KerusakannyaPascabanjir bandang, pengelola menutup sementara Pancuran 13 dan Pancuran 5 di kawasan wisata Guci Tegal. Penutupan masih berlangsung hingga Minggu untuk keperluan pembersihan dan perbaikan.


(prf/ega)