- Belajar di kampus tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Bagi sebagian mahasiswa, proses belajar justru diuji ketika karya mereka harus ditampilkan pada publik dan dinilai di tingkat internasional.Pengalaman inilah yang dialami mahasiswa Indonesia dalam TERANG Projection Mapping Competition 2025 di George Town, Penang, Malaysia, beberapa waktu lalu.Kompetisi tersebut mempertemukan puluhan karya dari berbagai negara Asia Tenggara. Peserta ditantang tidak hanya menguasai teknologi projection mapping, tetapi juga mampu menyampaikan cerita yang relevan dengan budaya dan karakter bangunan bersejarah.Dari lebih dari 80 karya yang masuk dan 37 finalis, mahasiswa Program Visual Communication Design (VCD) Sampoerna University menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang berhasil meraih penghargaan.Capaian tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang mendorong eksplorasi, riset, dan keberanian mencoba dapat menghasilkan karya yang diapresiasi di level regional.Dari tugas kuliah ke ajang internasionalBaca juga: Kembali Gelar Wisuda Luring Setelah 2 Tahun, Sampoerna University Cetak Wisudawan BerkualitasPada ajang TERANG 2025, dua tim mahasiswa Sampoerna University tampil menonjol. AKTU Studios meraih Juara 2 melalui karya berjudul Dapur Raya. Karya ini memanfaatkan fasad Town Hall George Town sebagai media bercerita, dengan visual yang terinspirasi dari dapur sebagai ruang pertemuan budaya dan keseharian.Karya tersebut dibuat oleh Jocelyn Lim (VCD 2022) dan Cliff Emmanuel (VCD 2023). Alih-alih menampilkan visual abstrak, mereka memilih tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini membuat karya mudah dipahami publik, meski ditampilkan dalam skala besar di ruang kota.Dok Sampoerna University Tim Sandykala dari Program Visual Communication Design (VCD) Sampoerna University meraih penghargaan Best Animation dalam TERANG Projection Mapping Competition 2025 di George Town, Penang, Malaysia.Selain itu, tim Sandyakala meraih penghargaan Best Animation dan berada di peringkat keempat secara keseluruhan lewat karya Baur Rasa.Baca juga: Aplikatif, Tugas Akhir DKV Sampoerna University Gunakan Media BaruTerinspirasi dari rojak, hidangan khas yang mencerminkan percampuran budaya, karya ini menampilkan visual penuh warna yang merayakan keberagaman.Sebagai informasi, tim Sandyakala terdiri dari Graciella T N Santosa, Aurelia A Kacaya, Dinda S Fadillah, Adinda S A P Setiadi, dan Feby Theresia (VCD 2022).Kedua karya tersebut menunjukkan bahwa projection mapping bukan hanya soal efek visual, melainkan bagaimana cerita disampaikan kepada publik.Perlu diketahui, salah satu hal yang menonjol dari karya mahasiswa Indonesia di TERANG 2025 adalah pemanfaatan budaya lokal sebagai sumber ide. Motif Peranakan, simbol dapur, hingga rojak tidak digunakan sebagai hiasan semata, tetapi menjadi bagian dari cerita yang ingin disampaikan.Baca juga: Kelas 12, Sampoerna University Buka Beasiswa S1 hingga 100 PersenLewat pendekatan seperti itu, mahasiswa dituntut untuk melakukan riset dan memahami konteks. Mereka perlu memikirkan bagaimana budaya diterjemahkan ke dalam visual yang bisa dinikmati audiens lintas negara. Proses ini menjadi bagian penting dari pembelajaran, terutama bagi mahasiswa desain dan industri kreatif.“Mahasiswa kami didorong untuk memulai dari cerita dan konteks, bukan sekadar mengejar visual yang menarik. Dari situ, mereka belajar bagaimana sebuah karya bisa bermakna bagi audiens yang lebih luas,” ujar Head of Study Program Visual Communication Design (VCD) Sampoerna University Tombak Matahari pada Kompas.com, Jumat .Dok Sampoerna University Karya mahasiswa Program Visual Communication Design (VCD) Sampoerna University meraih penghargaan Best Animation dalam TERANG Projection Mapping Competition 2025 di George Town, Penang, Malaysia.Keberhasilan mahasiswa Sampoerna University di ajang ini tidak terlepas dari lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi lintas disiplin.Program VCD membiasakan mahasiswa menggabungkan desain, teknologi, dan storytelling dalam setiap proses berkarya.Baca juga: Sampoerna University Buka Beasiswa S1 Tahun 2022, Bebas Biaya KuliahDi kampus tersebut, mahasiswa juga didukung fasilitas seperti Creative Lab, Green Screen, dan Motion Capture Studio, serta pendampingan dari mentor industri. Pembelajaran berbahasa Inggris penuh membantu mahasiswa lebih percaya diri saat mempresentasikan karya dan berdiskusi di forum internasional.“Kami ingin mahasiswa terbiasa membawa karyanya keluar dari ruang kelas, baik ke ruang publik maupun ke kompetisi internasional, agar mereka memahami standar yang akan dihadapi,” lanjutnya.Sebagai bagian dari upaya menjaga mutu pembelajaran berstandar global, Sampoerna University juga tengah menjalani proses akreditasi dari New England Commission of Higher Education (NECHE).NECHE merupakan lembaga akreditasi pendidikan tinggi di Amerika Serikat yang menggunakan kerangka penilaian internasional untuk menilai kualitas institusi, mulai dari program akademik, sistem pembelajaran, hingga capaian mahasiswa.Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif Indonesia, kehadiran mahasiswa di ajang internasional seperti TERANG 2025 menjadi sinyal positif. Prestasi ini menunjukkan bahwa dengan dukungan pembelajaran yang tepat, mahasiswa Indonesia mampu menghasilkan karya yang kompetitif dan relevan secara global.Baca juga: Sampoerna University Mendorong Riset lewat Konferensi AFBE 2018“Kami berharap, pengalaman ini bisa menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk berani berkarya dan membawa cerita Indonesia ke tingkat yang lebih luas,” ujarnya.Selain capaian di TERANG Projection Mapping Competition 2025, mahasiswa Sampoerna University juga mencatatkan prestasi di berbagai ajang internasional lainnya. Melalui US-Style Curriculum yang menekankan problem-solving dan kolaborasi, mahasiswa dibiasakan menghadapi tantangan nyata dan bekerja lintas disiplin sejak dini.Beberapa capaian internasional yang diraih mahasiswa Sampoerna University antara lain juara pertama SEA-CICSIC 2025 di Malaysia, juara pertama Speak Out for Engineering Regional Southeast Asian Round, serta Emerging Leader Grant Awardee YSEALI Seeds for The Future 2025. Selain itu, mahasiswa juga meraih juara ketiga China–ASEAN Innovation and Entrepreneurship Competition (CAIEC).Rangkaian prestasi tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan mahasiswa di TERANG 2025 bukanlah pencapaian yang berdiri sendiri. Dukungan institusi pendidikan, mulai dari akses fasilitas, pendampingan mentor, hingga peluang kompetisi, memiliki peran penting dalam mempercepat perkembangan talenta lokal dan memperkuat posisi Indonesia di industri kreatif berbasis teknologi visual.Informasi lebih lanjut mengenai Sampoerna University dapat dicek melalui laman media sosial Instagram dan juga nomor WhatsApp berikut.
(prf/ega)
Berangkat dari Budaya Lokal, Karya Mahasiswa Indonesia Diakui di Kompetisi Projection Mapping Asia Tenggara
2026-01-11 22:22:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:20
| 2026-01-11 22:15
| 2026-01-11 22:02
| 2026-01-11 20:39










































