- Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyebut, hasil pemeriksaan awal menunjukkan kayu-kayu yang terseret banjir Sumatera berasal dari kombinasi pohon tumbang alami dan material kayu yang masuk secara tidak alami ke badan sungai.Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera bagaimanapun telah menyita perhatian publik usai aliran sungai dipenuhi dengan gelondongan kayu, bahkan ada yang berukuran besar.Temuan ini menimbulkan pertanyaan mengenai asal material tersebut dan apakah ada faktor lain yang memperparah kondisi banjir.Baca juga: 4 Perusahaan Terindikasi Penyebab Banjir di Sumatera Disegel Kemenhut, Misteri Pemilik Gelondongan Kayu Mulai Terungkap“Kami memastikan material kayu yang memenuhi aliran sungai bukan berasal dari hulu Batang Toru. Namun proses pemeriksaan tetap dilakukan secara rinci,” jelasnya pada Minggu , dikutip dari Antara.Hanif menegaskan, apabila ditemukan pihak yang sengaja membuang atau membiarkan material kayu masuk ke sungai hingga memperbesar risiko banjir, tindakan hukum termasuk pidana akan segera diterapkan.Pernyataan tersebut disampaikan usai dirinya melakukan kunjungan kerja dan verifikasi lapangan di Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara sebagai bagian dari respons tanggap darurat terhadap banjir dan longsor di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS).Dalam kunjungannya, Menteri Hanif meninjau titik-titik terdampak, berdialog dengan warga yang kehilangan rumah dan akses dasar, serta memantau kondisi Sungai Garoga yang dipenuhi material kayu.Baca juga: Psikolog Jelaskan Korban Bencana Sumatera Dinilai Perlu Dukungan Sosial MenyeluruhDari pengecekan awal, ia bilang, tim menemukan adanya campuran antara pohon tumbang alami dan material kayu tidak alami yang diduga memperparah dampak banjir.Temuan ini masih akan ditelusuri lebih detail oleh tim kajian lingkungan yang melibatkan ahli, akademisi, dan auditor KLH/BPLH untuk mengidentifikasi sumber, pola pergerakan, serta potensi pelanggaran pemanfaatan ruang.Selain itu, berdasarkan verifikasi udara dan pemeriksaan lapangan selama dua hari terakhir, KLH/BPLH juga menambah satu perusahaan ke dalam daftar penghentian sementara kegiatan usaha hingga audit lingkungan selesai.Total kini ada 4 perusahaan yang dihentikan sementara operasionalnya sebagai langkah pencegahan agar aktivitas usaha tidak memperburuk kondisi hidrologi maupun keselamatan masyarakat di hulu DAS.Proses audit lingkungan, pemeriksaan izin, dan evaluasi pemanfaatan ruang akan dilakukan secara ketat, transparan, dan melibatkan pakar independen.“Penanganan bencana harus dimulai dari fakta lapangan dan kajian lingkungan yang akurat. Bila ada yang merusak fungsi hulu DAS, hukum akan menindak tegas demi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” jelas Hanif.Baca juga: Banjir Sumatera Lebih dari Sepekan, Media Asing Beri Sorotan pada Beberapa Hal Ini
(prf/ega)
Ini Kata Menteri LH soal Asal Gelondongan Kayu di Aliran Banjir Sumatera
2026-01-11 03:33:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:12
| 2026-01-11 04:03
| 2026-01-11 03:15
| 2026-01-11 03:00
| 2026-01-11 02:40










































