Bener Meriah dan Aceh Tengah Diguncang 4 Kali Gempa, Warga Panik

2026-01-11 03:48:53
Bener Meriah dan Aceh Tengah Diguncang 4 Kali Gempa, Warga Panik
ACEH, - Gempa magnitudo 4,5 mengguncang Dataran Tinggi Gayo, meliputi Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Aceh, Pukul 20.43 WIB Selasa . Kondisi ini sempat membuat warga panik.  Berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terpusat di 7 kilometer barat daya Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dengan koordinat 4,73 Lintang Utara – 96,80 Bujur Timur.Gempa tergolong dangkal dengan kedalaman 7 km atau gempa daratan. Gempa tersebut sempat membuat aktivitas gunung api Burni Telong yang berada di Bener Meriah meningkat.Baca juga: Aceh Utara Butuh Ribuan Relawan KesehatanKetua Tim Gunung Api, Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Heruningtyas mengatakan, gempa terjadi sebanyak empat kali.“Pascakegempaan, itu memang sempat ada gempa vulkanik yang meningkat dan bermunculan,” kata Heruningtyas melalui WhatsApp Call, Selasa .Dijelaskan, gempa vulkanik yang muncul setelah sejumlah gempa tektonik, terekam oleh seismograf milik lembaga yang ia pimpin.“Namun, setelah gempa vulkanik meningkat, kini sudah mulai mengurung, saya lihat sesnograf sudah menurun,” ucapnya.Pihaknya sedang memproses laporan khusus terkait penetapan aktivitas Burni Telong Pascakegempaan.“Mudah-mudahan ini bukan berasal dari gunung api, karena memang sumbernya dekat dengan gunung api. Tetapi, untuk membedakan gempa tektonik dan vulkanik itu butuh analisis lebih lanjut. Namun untuk aktivitas Burni Telong tetap kita pantau,” tutur dia. Baca juga: Lapor ke Dasco, Bupati Gayo Lues Angkat Tangan untuk Biayai Rekonstruksi BencanaSementara itu seorang warga Kampung Weh Pesam, Bener Meriah, Juriati, khawatir dengan gempa tersebut. Sebab mereka berada dalam radius kurang dari 10 kilometer."Kalau dibilang panik ya panik, tapi kan gak semua warga megang handphone. Kita khawatir aja orangtua dan anak-anak," ucapnya.Ia berharap ada kejelasan dari pihak pemantau gunung api, maupun pihak berwenang."Sebenarnya kalau bisa ada sirine, atau peringatan apa kalau skalanya besar, jadi kami bisa bersiap-siap. Mudah-mudahan gak berkelanjutan, apalagi dalam bencana kayak gini," tutupnya.


(prf/ega)