Jenderal Purnawirawan Ini Sebut Polisi Perlu Diawasi: Kewenangannya Besar

2026-01-11 22:09:59
Jenderal Purnawirawan Ini Sebut Polisi Perlu Diawasi: Kewenangannya Besar
JAKARTA, - Komisioner Kompolnas Irjen Pol (Purn) Ida Oetari Poernamasasi menilai, pengawasan terhadap Polri merupakan kebutuhan mendesak, mengingat besarnya kewenangan yang dimiliki Polri dalam menjalankan tugasnya.Menurut Ida, pengawasan menjadi bagian penting dari upaya menjaga profesionalisme, mencegah penyimpangan, serta memastikan penggunaan kewenangan secara proporsional.“Kenapa perlu dilakukan pengawasan? Besarnya kewenangan kepolisian sehingga perlu ada penyeimbang. Siapa penyeimbang? Ya pengawas," kata Ida, dalam peluncuran buku “Dinamika dan Tantangan Pengawasan Internal Kepolisian” secara daring, Kamis .Ida mengatakan, pengawasan internal Polri memiliki dua lapisan, yaitu pengawasan melekat oleh atasan langsung dan pengawasan formal oleh lembaga seperti Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) serta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).Baca juga: Prabowo Resmikan Pabrik Lotte Chemical di Cilegon Usai Sempat Mangkrak Bertahun-tahun“Setiap anggota Polri yang menjadi pemimpin atau atasan itu punya kewajiban mengawasi anggotanya," kata dia."Maka waskat (pengawasan melekat) ini garda terdepannya. Pimpinan harus bisa menjadi role model. Dan di waskat inilah terjadi proses pencegahan. Jadi, sebelum terjadi pelanggaran, ada kontrol dari pimpinannya," ujar dia.Ia mengatakan, peran pengawasan melekat menjadi penting karena beban kerja lembaga pengawas formal seperti Itwasum dan Propam sangat besar, sementara jumlah kasus pelanggaran yang ditangani juga terus meningkat.Ida menyoroti tantangan dalam efektivitas pengawasan internal, terutama dalam hal sumber daya manusia dan budaya organisasi di tubuh Polri.“Benar, bahwa SDM yang mau masuk ke Propam, Itwasum, itu tidak semua dilakukan asesmen sebagai anggota pengawas internal, bahkan lebih banyak yang tidak. Dan orang yang masuk di pengawas internal adalah orang-orang yang tidak memiliki masalah; integritas harus terjaga," terang dia.Di sisi lain, ia menyoroti soal budaya organisasi, yang menurutnya juga berpengaruh kuat terhadap jalannya pengawasan.“Budaya organisasi sangat kuat memengaruhi pengawasan internal, termasuk perintah atasan atau pengawasan melekat tadi," imbuh dia.Baca juga: Prabowo Minta Jokowi Datang ke Peresmian Pabrik Lotte: Ini Salah Satu Prestasi BeliauIda turut menyoroti pentingnya keterlibatan polisi wanita (Polwan) dalam lembaga pengawasan internal, terutama untuk menangani kasus-kasus yang melibatkan perempuan dan anak.Hal ini karena kasus-kasus tersebut perlu sensitivitas tersendiri agar bisa ditangani dengan baik.Ia juga mengingatkan bahwa banyaknya laporan masyarakat yang masuk ke Kompolnas menunjukkan masih ada kelemahan dalam efektivitas pengawasan internal.“Surat yang masuk ke Kompolnas masih sangat tinggi. Ini menunjukkan salah satu indikasi pengawasan internal belum efektif," ucap dia.


(prf/ega)