JAKARTA, - Indonesia National Air Carriers Association (INACA) melaporkan statistik penerbangan berjadwal dan charter sepanjang 2025 merosot dibanding 2024.Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menyebut jumlah penerbangan di tahun 2025 bahkan belum kembali pulih seperti sebelum dilanda pandemi Covid-19.“Kondisi tersebut tidak bisa diselesaikan secara parsial, tetapi diperlukan political will dari pemerintah untuk menyehatkan industri penerbangan secara menyeluruh,” kata Denon dalam keterangan resminya, Selasa .Baca juga: Danantara Suntik Rp 6,6 Triliun ke Garuda, INACA: Semua Maskapai Ikut Sehat/ ELSA CATRIANA Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadjausai menghadiri Rapat Umum INACA di Jakarta, Kamis . Denon menyebut, penurunan jumlah penerbangan maskapai Tanah Air berdampak pada konektivitas nasional masyarakat dan pengiriman logistik melalui jalur udara tidak maksimal.Oleh karena itu, pemerintah perlu meningkatkan konektivitas transportasi guna mendorong pertumbuhan perekonomian nasional.Denon mengungkapkan, sejak Januari-September 2025, penumpang penerbangan domestik baru 46,7 juta penumpang, atau hanya 71 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 65,8 juta.INACA memprediksi, hingga akhir 2025 jumlah penumpang domestik belum menyamai 2025, yakni hanya 61,2 juta atau 93 persen.Baca juga: INACA Sebut Industri Penerbangan Bakal Terimbas Efek Domino Tarif Trump“Jika dibandingkan tahun 2019 di mana jumlah penumpang domestik 79,5 juta, maka recovery rate baru 77 persen,” ujar Denon.Sementara, jumlah penumpang penerbangan internasional hingga September baru 29 juta atau 81 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 36 juta orang.INACA memprediksi hingga akhir tahun 2025 penumpang internasional hanya mencapai 96 persen atau 34,7 juta dibanding 2024.SHUTTERSTOCK/ZINAIDASOPINA Ilustrasi harga tiket pesawat. “Jika dibandingkan tahun 2019 di mana jumlah penumpang internasional 37,3 juta, maka recovery rate baru 93 persen,” tutur Denon.Baca juga: INACA Usul Bentuk Dewan Transportasi Indonesia, Apa Fungsinya?INACA juga mencatat penurunan terjadi pada angkutan kargo domestik yang hanya 77 persen atau 418.361 ton dibandingkan 2024 dengan yang mencapai 541.900 ton.Pihaknya memprediksi, hingga akhir tahun 2025 jumlah kargo domestik hanya tembus 521,8 ribu ton atau 96 persen dibanding 2024.“Jika dibandingkan tahun 2019 di mana kargo domestik sebanyak 577.806 ton, maka recovery rate baru 90 persen,” kata dia.Sementara, kargo internasional hanya mengangkut 352.585 ton atau 77 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 459.068 ton.Baca juga: INACA Minta Pemerintah Deregulasi Proses Impor Suku Cadang Pesawat
(prf/ega)
INACA Sebut Penerbangan 2025 Merosot, Minta “Political Will” Presiden
2026-01-11 03:45:03
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 02:32
| 2026-01-11 02:16
| 2026-01-11 01:59
| 2026-01-11 01:55










































