JAKARTA, - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, mendorong dunia usaha untuk turut masuk ke sektor eksplorasi uranium.Ia menilai kebutuhan energi ke depan membuat Indonesia harus mulai serius membangun fondasi pemanfaatan tenaga nuklir.Menurut Hashim, peluang tersebut terbuka lebar bagi pelaku usaha pertambangan.Ia menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan suplai uranium, tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri tetapi juga berpotensi menjadi komoditas ekspor.Baca juga: Menang Lelang Frekuensi 1,4 GHz, Simak Strategi Bisnis Emiten Hashim Solusi Sinergi Digital (WIFI) “Ini kesempatan bagi dunia usaha, terutama anggota Kadin di bidang pertambangan. Kalau ada peluang menemukan tambang-tambang uranium, monggo. Indonesia perlu uranium dan bahkan bisa saja mengekspor ke negara lain,” ujar Hashim dalam Rapimnas Kadin di Jakarta Pusat pada Selasa .Ia menegaskan, masa depan energi global tidak lagi bisa sepenuhnya bergantung pada energi fosil, sehingga keberadaan pembangkit listrik tenaga nuklir menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan.Adik Presiden Prabowo Subianto ini juga menepis tekanan internasional agar Indonesia menghapus penggunaan energi fosil.Pemerintah, kata dia, telah mengambil posisi tegas bahwa Indonesia tidak akan melakukan penghapusan terhadap bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak.“Pemakaian energi Indonesia ke depan tetap memakai fossil fuels seperti batu bara dan gas alam. Yang penting, tidak ada phase-out. Kita tetap komit, tapi namanya phase-down,” jelasnya.Di sisi lain, Hashim menyebut komitmen pemerintah dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) sangat besar.Sekitar 76 persen kapasitas listrik baru dalam 15 tahun ke depan akan berasal dari energi bersih, termasuk di dalamnya pemanfaatan nuklir yang sudah menjadi bagian rencana nasional.Hashim menyebut pemerintah telah menetapkan pembangunan PLTN berkapasitas awal 500 megawatt, yang kemudian akan ditingkatkan hingga 6,5 gigawatt.Hashim menilai, agar rencana energi nuklir Indonesia berjalan optimal, ekosistem rantai pasok perlu dipersiapkan sejak dini, termasuk ketersediaan uranium yang menjadi bahan bakunya.Dengan begitu, pelaku usaha pertambangan bisa menjadi bagian dari transisi energi Indonesia, sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang selama ini belum digarap.Baca juga: Bahlil: RI dan Brasil Jajaki Kerja Sama Energi Berbasis Nuklir
(prf/ega)
Hashim Djojohadikusumo Dorong Pengusaha Indonesia Masuk Eksplorasi Uranium
2026-01-11 03:50:03
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:17
| 2026-01-11 03:06
| 2026-01-11 02:52
| 2026-01-11 01:33










































